Berita OKI

Mantan Plt Kepsek di OKI Gadaikan Laptop Sekolah, Jadi Jaminan Utang Pribadi Puluhan Juta

Seorang mantan Plt Kepala Sekolah di SDN 14 Kayuagung, Kayuagung OKI diduga gadaikan laptop sekolah bantuan sosial, jaminan utang puluhan juta.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Suasana di ruang guru SDN 14 Kayuagung, kecamatan Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI). Oknum mantan Plt Kepsek di sekolah tersebut menggadaikan laptop sekolah untuk jaminan utang pribadi puluhan juta. 

Berselang satu minggu kemudian, yakni tepat pagi tadi Marlina kembali mendatangi kediaman RN untuk menanyakan perihal yang sama.

Namun yang bersangkutan sedang tidak ada dirumahnya.

"Tadi kebetulan tidak ada orangnya, kata adiknya sedang ke Palembang. Padahal tadi saya sudah bawa surat perjanjian diatas materai," urainya.

"Waktu saya hubungi lewat telpon, dirinya berjanji awal September ketika serah terima jabatan, 3 unit laptop tersebut akan dikembalikan," imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan OKI, Tarmudi membenarkan adanya informasi yang dimaksud.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari pihak sekolah bahwa yang bersangkutan RN ini memakai dan membawa 3 unit laptop dari inventaris sekolah,"

"Sesuai informasi yang diterima ketiga unit laptop tersebut dipakai sebagai jaminan untuk meminjam uang kepada orang lain sebesar Rp 35.000.000," ungkap Tarmudi.

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya segera menghimbau agar yang bersangkutan segera mengembalikan barang ke sekolah. Karena laptop-laptop itu memang milik negara.

"Soal utang yang bersangkutan dengan pihak lain itu, tentunya kami tidak bisa mencampurinya. Terpenting bagi kami laptop segera dikembalikan dan dapat digunakan lagi untuk kepentingan sekolah," imbuhnya.

Ditegaskan Tarmudi, sebenarnya kejadian ini murni tindakan individu yang bersangkutan.

Dimana barang itu dipinjam saat RN ini menjabat sebagai kepala sekolah.

"Jadi katakanlah memang kewenangan dia untuk memegang barang (laptop) itu, sehingga guru lain tidak terlacak atau tidak mengetahuinya," tuturnya.

Tarmudi menyebutkan jika ketiga laptop tersebut merupakan barang bantuan sosial untuk sekolah pembina pada tahun 2016 lalu.

"Kalau untuk jumlah keseluruhan banyak lebih dari itu, tetapi yang dibawa pulang oleh RN ini ada 3 laptop," ujar dia.

Berkaca dari kejadian ini, ke depan Dinas Pendidikan OKI akan terus melakukan pemeriksaan dan diimbau bagi sekolah lainnya jangan menyalahi aturan yang ada.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved