Berita Muba

9 Pembunuh Bayaran Diamankan Polres Muba, Pelaku Dibayar Rp 5 Juta Perorang, Motifnya Terungkap

Satreskrim Polres Muba akhirnya berhasil menangkap para pelaku yang rupanya komplotan pembunuh bayaran tersebut.

Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Fajeri
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Peluppesy SIK ketika menggelar ungkap kasus di Halaman Mapolres Muba. 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Teka teki pembunuhan terhadap Reli Sepriadi (38) warga LK 5 Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu Musi Banyuasin (Muba) pada Sabtu 26 Maret 2022 lalu kini mulai terungkap.  

Satreskrim Polres Muba akhirnya berhasil menangkap para pelaku yang rupanya komplotan pembunuh bayaran tersebut.

Pihak kepolisian Polres Muba, berhasil mengamankan sembilan tersangka yang melakukan pembunuhan.

Mereka ialah Erik Pratama, Efran, Julianayah, Afriadi, Alpino, Tarmizi Yulius, Boby Lanistra, Firmansyah, dan Jhoni Kusmoyo.

Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio SIK, mengatakan, keberhasilan menangkap sembilan pelaku pembenuhan tersebut setelah pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Awalnya ada tiga pelaku yang berhasil diamankan pada Sabtu (11/6/2022), mereka yakni Efran, Erik Pratama, Juliansyah.

"Tim terus melakukan pengembangan dan berhasil diamankan Firmansyah pada 12 Juni, kemudian seteah kembali dikembangkan berhasil menangkap tersangka Afriadi dan Jhoni Kusmoyo,"kata Alamsyah, Senin (27/6/2022). 

Kemudian pada Minggu (19/6/2022) kembali ditangkap tersangka Alpino, lalu Kamis (23/6/2022) ditangkap tersangka Boby Laniastra dan terakhir ditangkap tersangka Tarmizi Yulius pada Jumat (24/6/2022) kemarin.

"Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru karena kita terus lakukan pengembangan. Apalagi otak pembunuhan masih dalam pengejaran," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kesembilan tersangka, mereka melakukan pembunuhan atas order atau pesanan seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran.

Dimana setiap pelaku dijanjikan upah masing-masing Rp5 juta.

"Karena pembunuhan ini sudah terencana, jadi untuk masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda seperti ada yang menjemput korban dari rumah, ada yang mengajak korban untuk berpesta narkoba dan ada yang mengeksekusi di TKP," ungkapnya. 

Selain itu motif penusukan oleh upah Rp 5 juta, pihaknya mengendus motif lain.

Karena korban dicurigai mengkhianati mereka dan menjadi diduga informan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved