Berita Muratara

Di Kampung Ini Hp Super Canggih pun Tak Berguna, Cerita Warga KMPI Muara Tiku Muratara

Bagi warga Dusun 6 Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) handphone super canggih pun tak berguna.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Warga pendatang sedang memainkan handphone di Kampung KMPI Dusun 6 Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (13/6/2022). Bagi warga di desa tersebut perangkat Hp super canggih pun tidak berguna. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bagi warga Dusun 6 Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) handphone super canggih pun tak berguna.

Warga yang tinggal di sebuah dusun yang lebih dikenal dengan sebutan Kampung KMPI ini sekarang buta informasi dari luar.

Pasalnya, perkampungan eks kawasan perusahaan kayu KMPI ini tidak ada lagi sinyal telekomunikasi untuk berselancar.

"Jangankan sinyal internet, sinyal untuk telepon biasa saja tidak ada di sini," kata Kepala Dusun 6 Desa Muara Tiku, Iwan pada TribunSumsel.com, Senin (13/6/2022).

Ia mengungkapkan, Kampung KMPI ini dulunya merupakan mess atau perumahan pekerja perusahaan kayu.

Setelah kawasan ini ditinggalkan oleh perusahaan tersebut, warga dari berbagai daerah datang ke sini untuk berkebun.

"Di sini dulu mess perusahaan kayu KMPI, setelah perusahaan itu tidak beroperasi lagi, dihunilah oleh warga-warga ini, berkebun, sehingga jadilah kampung," kata Iwan.

Ia mengatakan di Kampung KMPI ini ada sekitar 48 kepala keluarga (KK).

Penghuninya tidak hanya warga lokal Desa Muara Tiku Muratara, tetapi juga ada dari daerah-daerah lain baik dalam wilayah Sumsel maupun luar provinsi.

"Di sini memang kebanyakan warga Muara Tiku, tapi ada juga dari daerah lain," kata Iwan yang mengaku berasal dari Kabupaten Muara Enim Sumsel.

Baca juga: Fakta Wanita Muda Gadaikan Mobil Rental di Lubuklinggau, Korbannya Bukan Satu

Menurut Iwan, dahulunya di Kampung KMPI ini ada sinyal telekomunikasi, namun setelah tahun 2017 hingga kini menghilang.

Sinyal yang tersedia di kampung ini berkat kehadiran perusahaan PT DNS yang bergerak di bidang pertambangan emas.

"Dulu ada sinyal, kami ikut sinyal PT DNS, sejak DNS tutup tahun 2017 tidak ada sinyal lagi, jadi kini sebagus apapun Hp tidak berguna lagi," katanya.

Warga berharap didirikan tower telekomunikasi di kampung ini, karena dinilai sangat penting terlebih di era serba digital saat ini.

Apalagi dari kampung ini untuk ke pusat Desa Muara Tiku sekitar 30 menit perjalanan sepeda motor.

"Sinyal itu penting sekali, misalnya untuk keperluan ada warga sakit, harapan kita ada pendirian tower sinyal di sini," harapnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved