Berita Nasional

GEMPA di Yahukimo Papua Magnitudo 5,3, Berikut Penjelasan Lengkap BMKG

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,88 derajat Lintang Selatan, 139,61 dejarajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Deka

Editor: Weni Wahyuny
Shutterstock
Ilustrasi gempa di Yahukimo Papua dengan magnitudi 5,3 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAYAPURA - Gempa di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, Jumat (1/4/2022).

Gempa berkekuatan 5,3 itu terjadi sekira pukul 06.18.18 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bambang Setiyo Prayitno mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan magnitudo magnitudo 5,0.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,88 derajat Lintang Selatan, 139,61 dejarajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Dekai, Yahukimo, Papua pada kedalaman 12 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),"kata Bambang melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Jumat pagi.

Bambang menjelaskan, berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Dekai, Yahukimo skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Selanjutnya, daerah Kota Oksibil, Kota Elelim dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah).

Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dan daerah Kota Kobakma dengan skala intensitas II - III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. (Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Hingga pukul 06.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 4,2.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved