Wanita Tewas Ditabrak Truk di OKI
Keluarga Sutarti Syok tak Henti Menangis, Wanita Peminta Sumbangan di OKI Tewas Ditabrak Truk
Sutarti tewas setelah tertabrak truk saat sedang mengumpulkan amal jariyah di Jalintim Sumatera sekira pukul 16.30 WIB, Kamis (3/2/2022).
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Kecelakaan yang terjadi di Desa Muara Burnai 2, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengakibatkan seorang korban jiwa bernama Sutarti (35), Kamis (3/2/022).
Sutarti tewas setelah tertabrak truk saat sedang mengumpulkan amal jariyah di Jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera sekira pukul 16.30 WIB.
Mujito kakak kandung korban menyatakan jika jenazah Sutarti telah dimakamkan sejak tadi malam.
"Prosesi pemakaman dilakukan langsung tadi malam jam 12.00 WIB di pemakaman umum Desa," jelasnya melalui telepon, Jumat (4/2/2022) pagi.
Lebih lanjut disampaikan, awal mula mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut dirinya segera mendatangi lokasi kejadian.
"Kebetulan almarhumah itu adik tepat dibawah saya, saya nomor 2 dia nomor 3. Jadi selama ini saya hubungan kami sangat dekat,"
"Kemarin saya baru saja sampai dari Belitang. Langsung denger kabar kalau adek saya kecelakaan. Saat itu juga saya langsung mendatangi lokasi kejadian," ungkapnya.
Saat pertama melihat kondisi tubuh Sutarti (35) sudah tergeletak di pinggir jalan. Ia dan keluarga syok dan tidak henti-hentinya menangis.
"Waktu itu perasaan saya campur aduk dan segera membawanya ke RSUD Kayuagung. Sampai di rumah sakit kami sekeluarga menangis dan suami korban sempat pingsan. Karena kami tidak menyangka orang tercinta telah tiada," ungkapnya.
Baca juga: Banyak Siswa Terindikasi Terpapar Covid-19, Disdik Palembang Kembali Terapkan PTM 50 Persen
Diceritakan keseharian korban memang membantu meminta bantuan sumbangan untuk pembangunan masjid.
"Terkadang dia mendapat bagian meminta sumbangan di jalan ataupun kadang meminta bantuan di pasar Jahe,"
"Sedangkan suaminya buruh lepas manen sawit dan buruh bangunan. Dia punya 2 anak cewek semua, satu masih sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu sudah tamat Madrasah Aliyah (MA)," beber Mujito.
Dengan adanya peristiwa itu, Mujito berharap permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
"Katanya supir sudah dibawa ke kantor polisi. Terpenting ada perdamaian antara keluarga dan diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news.