Berita Palembang
Banyak Siswa Terindikasi Terpapar Covid-19, Disdik Palembang Kembali Terapkan PTM 50 Persen
Dinas Pendidikan Kota Palembang segera membuat surat edaran ini agar sekolah kembali menerapkan PTM 50 persen.
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus banyak siswa terindikasi covid-19 di Kota Palembang membuat Dinas Pendidikan Kota Palembang menggelar rapat koordinasi terkait perkembangan covid-19 di Palembang dan berkelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan melihat perkembangan saat ini memang terjadi peningkatan kasus terutama di lingkungan sekolah.
"Kemarin juga ada pemberitaan ada SMP yang sudah tutup yakni SMPN 27 karena ada indikasi positif covid-19 dan mulai hari ini kita liburkan selama 14 hari ," jelas dia.
Dinas Kesehatan Kota Palembang juga telah melakukan sampel ke beberapa sekolah dan ditemukan ada yang terindikasi terpapar covid-19.
"Ini baru sampel dan sekolah yang sudah terindikasi yakni SMPN 10, 9, 17, 27 dan SD 142 serta salah satu pegawai kita juga ada. Sekolah-sekolah ini sudah kita tutup sementara," ujarnya.
Kata dia, dari hasil rapat tersebut pihaknya memutuskan untuk pembelajaran tatap muka di kota Palembang kembali belajar PTM 50 persen.
"Jadi kita putuskan sekolah akan kembali ke level 2 yakni menerapkan 50 persen selama tiga hari sisanya daring," jelas dia.
Jika nanti, kasus terus naik tak menutup kemungkinan untuk dilakukan daring 100 persen.
"Kita lihat dulu, ini juga masih ujicoba. Tapi jika ada sekolah salah satu siswanya terindikasi ya harus tutup sementara," beber dia.
Baca juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Lepas Peserta Sumatra Tribute 2022, Diharap Jadi Duta Wisata
Lanjut Zulinto, pihaknya akan segera membuat surat edaran ini agar sekolah kembali menerapkan PTM 50 persen.
"Secepatnya akan kita lakukan. Kita laporkan dulu ke Walikota Palembang. Senin insya Allah akan kita terapkan sehingga besok ada waktu guru untuk menyusun kembali jadwal pembelajaran," ungkap dia.
Pihaknya pun juga akan berkoordinasi dengan Dinkes untuk memfasilitasi pengecekan di sekolah yang terpapar untuk melakukan swab atau tes PCR.
"Kita juga akan mengecek kembali protokol kesehatan yang ada di sekolah. Karena ini juga bisa terjadi karena ada kelalaian dari pihak sekolah," beber dia.
Baca berita lainnya langsung dari google news.