Breaking News:

Berita Kriminal

Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati hingga Kebiri, Atalia Ridwan Kamil : Sesuai Ekspetasi

Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengatakan tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia terhadap Herry Wirawan adalah tuntutan yang tepat

Editor: Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, BANDUNG - Herry Wirawan terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Bandung dituntut hukuman mati.

Tak hanya itu, guru di pondok pesantren di Bandung itu pula dituntut dikebiri hingga denda uang Rp500 juta.

Bunda Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengatakan tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia terhadap Herry Wirawan adalah tuntutan yang tepat mengingat apa yang dilakukan terdakwa. Menurutnya, tuntutan ini sudah mewakili kegeraman publik.

"Menjawab keinginan publik," katanya melalui ponsel, Selasa (11/1).

Atalia juga mengapresiasi semua pihak yang menangani kasus ini, terutama kejaksaan karena sudah menyiapkan tuntutan seberat-beratnya, yakni hukuman mati dan kebiri kimia.

"Tuntutan hukuman yang berat dan adil," ujar istri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, tersebut.

Menurut Atalia, tuntutan terberat tersebut sangat penting karena itulah yang paling memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban.

"Dengan tuntutan dari pihak jaksa penuntut umum terhadap terdakwa diharapkan menjadi efek jera agar kasus serupa tak terulang lagi. Kita tetap perlu bersama mengawal proses persidangan sampai hakim menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya pada terdakwa," ujarnya.

Tuntutan yang berat ini, sebut Atalia, akan membuat para korban lainnya mau membuka suara karena predator seks kemungkinan masih banyak di luar kasus ini.

Poin penting lainnya, menurut Atalia, adalah agar masyarakat percaya bahwa negara memang hadir untuk memberikan perlindungan terbaik kepada perempuan dan anak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved