Berita Internasional

Ular Kobra Patuk Koki yang Penggal Kepalanya, Korban Tewas Dalam Waktu 30 Menit

Koki di China tewas dipatuk ular setelah penggal kepalanya. 20 menit kemudian si ular mematuk sang koki

Editor: Weni Wahyuny
(SHUTTERSTOCK/Kurit afshen)
Ilustrasi ular kobra - Ular kobra patuk koki yang penggal kepalanya 

Dikutip dari kompas.com, seperti Jeremy, banyak orang tidak mengetahui bahwa kepala ular masih bisa mempertahankan refleks untuk menggigit berjam-jam setelah terpenggal.

Profesor biologi di University of Cincinnati, Bruce Jayne, berkata kepada National Geographic, Kamis (7/6/2018) bahwa sistem saraf ular bisa merespons stimulus tanpa membutuhkan otak untuk mengirim sinyal.

Dalam kasus ini, kepala ular merespons Jeremy yang mencoba untuk mengambilnya.

Dokter Leslie Boyer yang menangani Jeremy juga mengatakan, bagian kepala dari ular derik yang sudah dipenggal masih bisa berfungsi, termasuk kelenjar bisanya, untuk waktu yang sangat lama.

Bahkan bagian lainnya (tubuh) yang terpenggal juga masih bisa bergerak.

Ia akan mengangkat ekornya dan berderik. Hal ini, ujar asisten profesor biologi di Missouri Southern State University David Penning, karena ular adalah hewan berdarah dingin.

Berbeda dengan mamalia, ular tidak memerlukan banyak energi yang didapatkan dengan membakar oksigen untuk menjaga temperatur tubuh mereka secara internal dan menghidupkan otak mereka.

Oleh karena itu, kepala ular masih bisa hidup beberapa menit hingga beberapa jam setelah dipenggal.

Dilansir dari Live Science, Kamis (7/6/2018), Penning berkata bahwa ular bahkan mungkin tidak sadar bahwa ia sudah tidak memiliki tubuh.

Namun, ia tetap merasa kesakitan karena terpenggal dan berusaha untuk melindungi dirinya dengan menggigit.

(*)

Baca berita lainnya di Google News

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Koki Tewas Dipatuk Kobra yang Sudah Mati Dipenggal 20 Menit Sebelumnya

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved