Berita Ogan Ilir

Peduli Warga Binaan, Sikap Bupati OI Panca Wijaya Akbar di Lapas Tanjung Raja Dapat Tepuk Tangan

Ratusan warga binaan Lapas diminta Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar untuk istirahat di tempat dengan tangan berpangku di belakang pinggang.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar saat memberikan sambutan pada pemberian remisi atau pengurangan hukuman kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Aksi simpatik ditunjukkan Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar saat memberikan sambutan pada pemberian remisi atau pengurangan hukuman kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja, Selasa (17/8/2021).

Sesaat sebelum memberikan sambutan, ratusan warga binaan Lapas diminta untuk istirahat di tempat dengan tangan berpangku di belakang pinggang.

Melihat warga binaan tetap berdiri saat cuaca cukup terik, Panca meminta mereka duduk agar lebih nyaman menyimak kata sambutan.

"Duduk saja selama saya sambutan. Tidak apa-apa duduk," kata Panca kepada para warga binaan.

Instruksi Panca ini pun dituruti dengan senang hati oleh para warga binaan.

Mereka memberikan tepuk tangan tanda mengapresiasi sikap orang nomor satu di Ogan Ilir.

Panca menerangkan, pemberian remisi inj sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999.

Kepada mereka yang mendapat remisi maupun yang bebas, Panca mengucapkan selamat.

"Selamat kepada yang mendapatkan remisi, begitu juga yang hari ini bebas. Semoga pembinaan di Lapas ini dapat jadi pembelajaran," ucap Panca.

Ia juga memotivasi para warga binaan untuk menjalani hidup lebih baik agar tidak kembali terjerumus ke lubang yang sama.

"Setelah ini harus bangkit menyongsong masa depan. Kembali terjun ke masyarakat dengan motivasi hidup lebih baik," ujar Panca.

Baca juga: Upacara HUT ke-76 RI di Griya Agung, Wagub Sumsel Sampaikan Harapan Semangat Bangkit dari Pandemi

Pada kesempatan sama, Kalapas Klas IIA Tanjung Raja, Ramdani Boy menjelaskan, dari total 935 warga binaan, sebanyak 502 orang diantaranya mendapat remisi.

Sementara 25 orang dinyatakan telah menyelesaikan masa hukuman, namun ada yang harus menjalani subsider hukuman.

"Dari 25 orang ini, 2 orang langsung bebas hari ini. Sementara 23 orang lainnya harus menjalan subsider hukuman yang masanya bervariasi," jelas Boy.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved