Breaking News:

Berita Muaraenim

Perebutan Kursi Wabup Muara Enim Masih Alot, Tiga Parpol Belum Sepakat

Posisi Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim hingga saat ini belum ada kejelasan, tiga partai politik (Parpol) pengusung A Yani- Juarsah belum sepakat.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Ketua DPD partai Hanura Sumsel Achmad Al Azhar menegaskan telah mengusulkan seorang calon untuk menduduki posisi Wabup Muaraenim 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Posisi Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim hingga saat ini belum ada kejelasan, dimana tiga partai politik (Parpol) pengusung A Yani- Juarsah pada Pilkada 2018 lalu masih belum ada kata sepakat.

Padahal kepala daerah Muara Enim saat ini diduki Nasrum Umar sebagau Penjabat Bupati, setelah sang Bupati Juarsah ditahan KPK menyusul Bupati sebelumnya A Yani yang telah divonis hakim atas kasus korupsi.

Sedangkan posisi Wabup tidak ada, setelah Juarsah yang sebelumnya Wabup naik jadi Bupati.

Baca juga: Pj Bupati Muaraenim Geram, Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin Masih Beroperasi

Sesuai aturan sendiri, 18 bulan sebelum dilaksanakannya Pilkada kembali atau habis jabatan, maka posisi kepala daerah atau wakilnya tidak boleh diisi.

Sebagai satu dari tiga partai pengusung A Yani- Juarsah di Pilkada Muara Enim 2018 lalu, Hanura sendiri mengaku memiliki hak yang sama bersama partai Demokrat dan PKB untuk mengusung bakal calom Wabup Muara Enim

Menurut Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Achmad Al Azhar, partai sejak awal telah mengusulkan nama Rinaldo yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas di Kabupaten Muara Enim, dan pihaknya hingga saat ini belum ada perubahan.

"Yang jelas sekarang masih terkendala belum sepakat 3 parpol pengusung, dan kami sendiri mencermati perkembangan bagian koalisi dan diluar, yang pasti hingga saat ini kami bertiga belum sepakat," tegas Azhar, Kamis (10/6/2021).

Dikatakan Azhar, meski masih alot namun dirinya optimis nantinya pemilihan wakil Bupati Muara Enim masih bisa dilakukan, sebelum batas akhir.

"Kita terus jalin komunikasi dan berharap nantinya ada kesepakatan bersama, untuk mengusulkan dua nama yang disepakati tiga parpol pengusung," jelasnya.

Baca juga: Resmi Berlaku Jam Malam di Muaraenim, Kapolres: Tak Patuh akan Ditutup, Membandel Dikenakan Sanksi

Hal senada diungkapkan ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, jika pihaknya telah mengeluarkan nama yang akan diusulkan untuk maju sebagai calon Wabup Muara Enim. 

Meski begitu mantan anggota DPRD Sumsel ini belum berani menyampaikan nama yang telah direkomendasikan DPP tersebut, hingga ada kesepakatan bersama antara partai pengusung.

"Kita terus jalin komunikasi dengan Demokrat dan PKB, mudah- mudahan nanti ada kesepakatan bersama, sehingga proses pengusulan nama ke DPRD untuk dipilih DPRD bisa segera terlaksana," tukasnya.

Baca juga: Pusat Kota Muaraenim Gelap Gulita di Malam Hari, Dewan Soroti Lampu Jalan 

Sedangkan Ketua DPD partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki memastikan partainya terbuka untuk melakukan komunikasi dengan dua parpol yang lain, agar pemilihan Wabup Muara Enim bisa terlaksana dan bisa menjadikan kader Demokrat kembali memimpin Muara Enim.

Sekedar informasi, hingga saat ini belum ada Bupati dan Wabup Muara Enim definitif, setelah Bupati sebelumnya A Yani kader Demokrat (dilantik Bupati pada 18 September 2018) tapi divonis bersalah atas kasus korupsi dan diganti Juarsah (Kader PKB) sebelumnya Wabup yang saat ini kosong.

Namun ditengah jalan, KPK kembali menetapkan dan menangkap Juarsah, dan statusnya hingga saat ini masih belum jelas karena belum dilaksanakan sidang.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved