Breaking News:

Berita Muaraenim

Pj Bupati Muaraenim Geram, Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin Masih Beroperasi

Pj Bupati Muara Enim DR H Nasrun Umar, geram olah oknum pengusaha dan masyarakat yang kembali melakukan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/ARDANI
Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) Inspeksi Mendadak aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) 

TRIBUNSUMSEL.COM.COM, MUARA ENIM,---Pj Bupati Muara Enim DR H Nasrun Umar, benar-benar geram olah oknum pemgusaha dan masyarakat yang kembali melakukan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Padahal sebelumnya sudah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pelarangan, namun ternyata tidak digubris dan dilanggar di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

"PETI ini ilegal, saya ulangi illegal ya, tapi tersangkut di dalamnya ada hajat hidup masyarakat. Namun meski begitu, hentikan dulu aktivitas PETI, sampai ada solusi dan jalan keluarnya," ujar HNU, Kamis (10/6/2021) usai beraudensi dengan pengurus PWI Muara Enim.

Baca juga: Resmi Berlaku Jam Malam di Muaraenim, Kapolres: Tak Patuh akan Ditutup, Membandel Dikenakan Sanksi

HNU menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencarikan jalan keluar atau solusi dalam permasalahan PETI ini, bagaimana kedepan bisa menjadi usaha yang legal.

Untuk sementara ini, solusinya apakah bisa melalui BUMDES atau melalui koperasi yang didalamnya memiliki aturan dan ketentuan yang terkoordinasi sesuai aturan yang ada.

"Dengan demikian kegiatan eksplorasinya menjadi legal, masyarakat yang bekerja disini juga bisa tenang," jelasnya

Ia menambahkan Kenapa ini musti dilegalkan dan resmi, karena dalam eksplorasi tambang ini membutuhkan kemampuan teknologi dan pemikiran dari orang yang menjadi benar-benar berkompeten.

Baca juga: Pusat Kota Muaraenim Gelap Gulita di Malam Hari, Dewan Soroti Lampu Jalan 

Dengan demikian tidak diharapkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa sebagaimana yang terjadi selama ini.

"Kita tidak ingin lagi ada korban jiwa akibat kegiatan PETI. Semua, akan dicarikan solusinya. Masyarakat dapat bersabar dan jangan terus melakukan aktivitas PETI seperti ini lagi," tegasnya.

Mengenai adanya keluhan masyarakat yang takut untungnya kecil setelah dilegalkan, lanjut HNU,sebenarnya itu pilihan.

Sebab lebih baik untungnya kecil tapi legal dan aman daripada untungnya besar tefapi ilegal dan tidak aman karena akan berhadapan dengan hukum.

"Syukuri apa yang kita dapat walaupun kecil, sebab itu sudah diatur semua oleh Allah SWT," tutupnya. (SP/ARDANI)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved