Breaking News:

Berita Lahat

Cerita Endriyansyah, Warga Lahat Menyulap Gulma Bagi Petani Menjadi Bonsai Mahal

Pecinta Bonsai asal Lahat Endriyansyah mendorong masyarakat dapat memanfaatkan tanaman lokal menjadi bahan bonsai dan bernilai jual tinggi.

SRIPOKU/EHDI
Pecinta Bonsai asal Lahat Endriyansyah menunjukkan koleksinya. Ia memanfaatkan tanaman lokal menjadi bahan bonsai. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Selalu ada jalan jika mau berusaha menjadi kata motivasi bagi pecinta tanaman bonsai.

Tak sekedar hobby,  kini tanaman bonsai menjadi pundi pundi cuan. 

Dengan memanfaatkan tanaman liar yang terkadang menjadi hama bagi petani,  tidak sulit untuk menjadikan tanaman menjadi tanaman bonsai.  

Hal inilah yang kini ditekuni komunitas Lahat Bonsai Soecity Art (LBSA).

Berawal dari hobby,  Endriyansyah,  SE, kini memiliki ratusan bonsai dengan berbagai jenis baik lokal,  nasional hingga luar negeri.

Kecintaaanya terhadap tanaman,  membuat lelaki yang akrab disapa Eenk, ini menjadikan bonsai yang ia pelihara bernilai jual. 

Baca juga: Hama Tikus Merajalela di Kabupaten Lahat, Ancam Hasil Panen Padi Petani, Ini Langkah Diambil

Bahkan, bonsai lokal kaliagi miliknya pernah memenangi kontes bonsai. 

"Kalau untuk jenis bonsai yang saat kita pelihara cukup banyak misalnya Kaliage atau limau utan, bonsai amplas putih dan hitam, bonsai boxsos, santigi, anting putri, mustam, arabika, sakura, beringin, bunut, rukam, landepan, sisit kuning,  sisir putih dan jenis lainya, "sampai Eenk,  bersama Sekretaris LBSA Anca dan Hendro,  dibincangi,  Kamis (10/6/2021). 

Namun ditambahkan Eenk,  ia bersama pecinta bonsai kini giat mengembangbiakan tanaman lokal menjadi bonsai seperti kaliagi. Bunut,  amplas putih dan hitam,  beringin, sisir kuning dan putih dan beberapa jenis lainya. 

Selain mudah mencari bahan (Tanamanya, red)  juga untuk mengajak masyarakat agar mau memanfaatkan tanaman di sekitarnya menjadi tanaman hias bahkan bernilai jual sehingga bisa mendukung perekonomian juga.  

Baca juga: Tarif Parkir di Lahat Naik Sejak Awal Tahun 2021, Motor Rp 1.500, Mobil Roda Empat Rp 2.500

"Bonsai yang kita rawat ada yang sudah berharga jutaan rupiah seperti kaliagi, bagi sebagian petani mungkin gulma padahal yang saya pelihara sekarang sudah di-angka tiga juta. Artinya menghasilkan. Yang tanaman dari luar negeri juga ada, "sampainya.  

Ditambahkan Anca,  tidak sulit dalam merawat bonsai dan bisa dilakukan saat waktu luang.

Dikatakanya,  langkah awal yakni memastikan media tanam yang baik atau subur. 

Pupuk organik, penyemprotan hama yang pasti penyiraman dan cahaya matahari yang cukup. 

"Saat ini kita sedang gencar mengajak masyarakat bahkan Minggu (13/6/2021) akan kita gelar ngobrol bareng cerita bonsai.  Mengajak pecinta bonsai dan masyarakat.  Ini tidak lain agar bonsai digandrungi warga dan menjadi tanaman bernilai, "sampainya.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved