Breaking News:

Berita Politik

Kandidat Cuma Mau Cari Duit di Pilkada Lebih Baik Mundur, Ini Kata Pengamat Politik Bagindo Togar

Pernyataan beliau bisa saja secara inplisit mengisyaratkan, bahwa sistem demokrasi terkait pilkada, belum mampu bebas dari money politics.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Pengamat politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar, 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar mengungkapkan, adanya sindiran Ketua DPW Partai Nasdem Sumsel Herman Deru kepada kader Nasdem kota Palembang, khususnya ketua DPD M Danu Mirwando agar serius kalau mencalonkan diri di Pilkada Palembang setempat merupakan peringatan keras.

"Mencermarti pernyataan lisan Ketua Partai Nasdem Sumsel yang juga Gubernur daerah ini. Sangat urgent dipertanyakan secara teknis juga harfiah, apa yang dimaksud dengan cuma mau cari Duit Mundur, mending dak usah nyalon. Statement tersebut jelas mempertegas salah satu contoh bahwa praktek kapitalisasi dalam pilkada nyata ada," kata Bagindo, Rabu (9/6/2021).

Dijelaskan Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) ini, sangat mungkin juga terjadi praktek- praktek politik uang yang lain, hingga proses pemilihan.

"Berarti pernyataan beliau bisa saja secara inplisit mengisyaratkan, bahwa sistem demokrasi terkait pilkada, belum mampu bebas dari money politics, baik itu dari view parpol, elite maupun kulturnya," jelas Bagindo.

Ia pun menyatakan, apabila Kader atau Ketua DPC Partai Nasdem Kota Palembang berhasrat kuat untuk didorong sebagai Calon Walikota, hal itu tergolong sulit, karena perolehan kursi partai ini berkaca dari Pileg 2019 lalu, jauh dari cukup agar bisa maju sebagai Paslon, dimana untuk kota Palembang minimal 10 Kursi, sementara perolehan kursi partai Nasdem hanya 3 kursi.

"Yapi, yang paling realistis adalah calon wakil walikota itupun sangat dipengaruhi oleh faktor elaktabilitas personal Danu juga partai Nasdem. Bila tidak wacana untuk dapat berpartisipasi lansung dalam Pilkada kota Palembang hanya beredar ditataran lips service Ketua Partai Nasdem Sumsel saja. Lagi lagi cuma wacana. Saatnya partai Nadem daerah ini fokus kerja keras untuk peningkatan jumlah suara atau kursi dilegislatif, baru berobsesi yang lain," pesannya.

Disisi lain, sepantasnya Deru juga diungkapkan Bagindo lebih realistis juga bijak dalam menyampaikan pernyataannya didepan publik, bahwa memanage parpol tak semata mata hanya concern menakar tingkat kesuksesan, dalam pilkada maupun pileg.

"Tetapi, bagaimana pula mengartikulasi, plus mengagregasi kepentingan parpol yang sejalan dengan phenomena sosial serta expetasi masyarakat. Mendesign model komunikasi politik yang efektif juga tak berjarak dengan basis massa, simpatisan maupun para kader," capnya.

Selain itu, menginisiasi peningkatan kadar kwalitas moral, sosial juga intektual para pengurus. Dan berkontribusi dalam penguatan komitmen menciptakan sistem demokrasi, yang sarat akan nilai nilai keIndonesiaan.

"Akan lebih arif secara kontekstual, dalam acara forum partai internal tersebut, bila HD mempresentasikan agenda permasalahan hambatan dan tantangan Parpol dimasa yang akan datang, serta memotivasi para kader ataupun pengurus untuk lebih militan, cerdas dan tangkas dalam membesarkan organisasi juga karir politiknya. Bukan malah menyampaikan suatu politic statement yang nyaris tak begitu bermanfaat, absurd bahkan bisa saja memancing polemik diranah publik," tandasnya.

Baca juga: Peresmian Kantor DPW dan Pelantikan Pengurus PAN Sumsel Kembali Ditunda. Ini Penjelasan Panitia

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved