Breaking News:

Zona Merah Palembang Hilang

Tak Ada Lagi Kecamatan Zona Merah, Ini Rincian Update Kasus Covid-19 di Palembang 26 Mei 2021

Walaupun untuk zona risiko per kelurahan dan kecamatan memang ada perubahan warna karena kami memakai cara perhitungan zona risiko yang baru.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
ISTIMEWA
Update kasus Covid-19 di Palembang 26 Mei 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM. PALEMBANG - Berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Kota Palembang, Rabu (26/5/2021) update kasus terkonfirmasi covid-19 terus meningkat.

Untuk kasus terkonfirmasi hari ini bertambah 101 kasus atau menjadi 12.254 , kasus sembuh bertambah sedikit yakni 32 kasus atau menjadi 10.910 kasus dan kasus kematian bertambah 4 atau menjadi 552 kasus.

Sedangkan untuk update status zona per wilayah kecamatan memang mengalami peningkatan tren positif. Berdasarkan tabel yang ada saat ini kecamatan di kota Palembang sudah tak ada lagi zona merah dan tiga kecamatan masuk zona kuning.

Dari 18 kecamatan yang ada terlihat ada 3 kecamatan yang sudah bisa masuk zona beresiko rendah atau zona kuning. Ketiga kecamatan tersebut yakni ilir Timur III, Kemuning dan Seberang Ulu I. Sedangkan sisanya masih berada di zona orange.

Yudhi Setiawan, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Palembang mengatakan untuk zona resiko secara keseluruhan di kota Palembang, per 16 Mei dari situs BNPB kota Palembang sampai dengan sekarang masih masuk zona risiko tinggi atau zona merah.

"Walaupun untuk zona risiko per kelurahan dan kecamatan memang ada perubahan warna karena kami memakai cara perhitungan zona risiko yang baru," jelas dia saat dikonfirmasi.

Baca juga: Zona Merah Palembang Hilang, Kadinkes Sumsel: Jangan Lengah, Masyarakat Tetap harus Terapkan Prokes

Baca juga: Zona Merah Palembang Hilang, Pengamat Kebijakan Publik Ungkap Ini

Kalau dahulu, lanjut dia jika dalam 3 Minggu terakhir tidak ada penurunan kasus aktif lebih dari 50 persen dari puncak kasus selama 3 Minggu tersebut maka wilayah tersebut akan masuk zona merah, tanpa mempertimbangkan besar atau kecil kasus.

"Sekarang kami pakai dengan memakai data insiden rate dan mortalitas rate. Sesuai batasan yg ada di slide peta," ungkap dia.

Jelas Yudhi, secara epidemiologis akan lebih baik karena ada pengaruh juga dengan jumlah penduduk.

" Jika kasus atau kematiannya tinggi dan jumlah penduduknya sedikit angka inciden dan mortalitas juga akan makin tinggi," tegas dia.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved