Breaking News:

Zona Merah Palembang Hilang

Zona Merah Palembang Hilang, Pengamat Kebijakan Publik Ungkap Ini

Keberhasilan ini hendaknya tidak menurunkan kewaspadaan kita semua, termasuk pemerintah kota. Banyak hal yang perlu dicermati

Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Ahli dan Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sriwijaya Dr MH Thamrin MSi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr MH Thamrin mengungkapkan, jika perubahan status dari zona merah ke oranye dan kuning di semua kecamatan yang ada di kota Palembang ini, benar-benar menggambarkan kondisi nyatanya, maka jelas ini merupakan berita baik bagi kita semua.

"Berita baik juga tentang efektivitas kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Kota, dalam penanganan Covid-19 yang jelang lebaran kemarin sempat masuk dalam status zona merah," kata Thamrin, Rabu (26/5/2021).

Dijelaskan Thamrin, upaya pemerintah menerapkan PPKM berskala mikro selama ini, jika benar telah membuahkan hasil berupa penurunan kasus dan perubahan status menjadi zona oranye dan kuning, patut diapresiasi, dan tidak boleh berhenti.

"Tapi keberhasilan ini hendaknya tidak menurunkan kewaspadaan kita semua, termasuk pemerintah kota. Banyak hal yang perlu dicermati," ucapnya.

Beberapa hal yang perlu dicermati, pertama dijelaskan Thamrin, menyangkut persoalan realitas kasus infeksinya. Apakah memang telah menggambarkan kondisi sesungguhnya. Kekhawatiran akan jumlah kasus yang dilaporkan masih lebih rendah dari realitas nya (underreported), tidak boleh diabaikan begitu saja.

"Demikian juga, apakah semua protokol pengendalian pandemi ini telah kita lakukan secara tepat. Jangan sampai kita tersesatkan oleh indikator parsial, seolah-olah kita memang telah sepenuhnya dapat mengendalikan pandemi ini," tuturnya.

Termasuk juga seberapa efektifnya semua komponen inti yang terlibat, dalam implementasi kebijakan PPKM berskala mikro ini telah bekerja. Idealnya RT/RW haruslah menjadi komponen garda terdepan.

"Pertanyaannya? apakah pemerintah kota telah mempunyai instrumen yang tepat untuk memastikan bahwa komponen RT/RW telah bekerja sesuai kerangka kebijakan PPKM ini.
Ringkasnya, dalam perspektif kebijakan khususnya implementasi kebijakan, hal terpenting adalah memastikan konsepsi kebijakan telah bekerja sebagaimana mestinya. Artinya, bagaimana kita bisa diyakinkan bahwa penurunan status ini benar-benar merupakan buah intervensi pemerintah melalui penerapan kebijakan PPKM ber skala mikro ini," tandssnya.

Hal ini ditambahkan Thamrin penting untuk membedakan keberhasilan sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, atau benar-benar karena intervensi.

"Jika yang terjadi adalah hal yang pertama, maka berarti perubahan status bukan karena intervensi tetapi oleh faktor lain di luar tindakan pemerintah. Artinya, harus ada upaya untuk me review kebijakan agar dapat lebih efektif. Hal ini penting, bukan karena meragukan pemerintah tetapi untuk mengingatkan pada kita semua, bahwa upaya penanganan pandemi ini harus benar-benar merupakan upaya bersama dan saling mengingatkan," pungkasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tak Ada Lagi Zona Merah, Semua Kecamatan di Palembang Status Oranye dan Kuning

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved