Breaking News:

Berita OKU Selatan

Pemkab OKU Selatan Keluarkan Surat Edaran, Larang Warga Takbir Keliling, Pembatasan Salat Ied

Untuk kita boleh salat di masjid, akan tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan (prokes).

Istimewa
Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo mengeluarkan Surat Edaran melarang warga takbiran keliling dan pembatasan salat Ied. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Berstatus zona oranye dari kasus penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemda Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) melarang warga menggelar takbir keliling pada malam H-1 hari raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.

Kendati demikian, berdasarkan Surat Edaran Resmi nomor : 450/81 /lll/2021 yang ditanda tangani oleh Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo B, Commerce pelaksanaan sholat Id dengan panduan protokol kesehatan (prokes).

Pelaksanaan shalat Idul Fitri diperbolehkan dilaksanakan di masjid, musala dan lapangan terbuka, kendati demikian maksimal jamaah berjumlah 50% dari kapasitas luas lapangan dengan mengutamakan protokol kesehatan (prokes) menjaga jarak masing-masing jemaah minimal 1 meter dan wajib mengenakan masker.

Bagi pengurus masjid atau panitia pelaksana wajib menyediakan fasilitas tempat mencuci tangan menghindari kerumunan dan membawa sajadah masing-masing.

Tetapi, bagi warga yang tinggal wilayah atau kecamatan hingga kelurahan yang mengalami peningkatan kasus terpapar Covid-19 diharapkan melakukan sholat di rumah masing-masing.

Jelang hari H Idul Fitri, warga dihimbau tidak melaksanakan takbir keliling seperti biasanya, akan tetapi dapat oleh pengurus Mushola atau Masjid dengan menggunakan pengeras suara menggunakan prokes.

Tak terkecuali termasuk pengumpulan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah zakat fitrah badan amil zakat dilakukan dengan mengindari kerumunan massa dan mengutamakan prokes.

Dikatakan pengurus Masjid Adi di wilayah Tangsi Kecamatan Muaradua berdasarkan sebaran kasus dan klasifikasi dalam surat edaran warga sekitar diperbolehkan melaksanakan sholat di masjid.

"Untuk kita boleh salat di masjid, akan tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan (prokes),"terangnya.

Baca juga: Sebabkan Anak-anak Trauma, DPRD Prabumulih Minta Pelaku Pedofil Dihukum Berat, Jika Perlu Dikebiri

Baca juga: H-2 Lebaran Idul Fitri, Pos Penyekatan di Musi Rawas Tetap Siaga,

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved