Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Mudik Lokal di Sumsel Dilarang, Ribuan Polisi Berjaga 24 Jam Termasuk di Jalur Tikus

Personil yang disiagakan Polda Sumsel sebanyak 2100 personil yang akan berjaga di perbatasan kabupaten kota di Sumsel.

TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Pos penyekatan pemudik milik Kabupaten Muratara Sumsel dan Sarolangun Jambi berdempetan, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menyampaikan kebijakan terbaru tentang larangan mudik lokal, Senin (3/5/2021).

Pelarangan mudik ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 lebih meluas.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya mengingatkan, Sumsel saat ini sudah masuk lampu kuning, berstatus rawan.

Ini terlihat dari empat indikator pandemi di Sumsel yang sebagian besar menunjukan tren negatif.

Tingkat kesembuhan misalnya, Sumsel hanya mencatatkan tingkat kesembuhan sekitar 87,7 persen, lebih rendah dibanding angka nasional sekitar 91,3 persen.

Sementara angka kematian sekitar 4,7 persen lebih tinggi dibanding nasional sekitar 2,7 persen.

Adapun dari 1.600 tempat tidur yang tersedia di Sumsel, sekitar 59 persen diantaranya, sudah terisi oleh pasien Covid-19.

Angka ini jauh lebih tinggi dari sebagian besar wilayah di Indonesia yakni di bawah 30 persen.

Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis F Hotman Sirait menegaskan, sejak awal Polda Sumsel tetap berpatokan terhadap instruksi pemerintah pusat mengenai larangan mudik lebaran.

Pihaknya Hari ini, Senin (3/5/2021) kembali mempertegas dengan instruksi Mendagri tentang larangan mudik meski itu sifatnya lokal atau dalam satu wilayah di Provinsi Sumsel.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved