Cuaca Hari Ini

Ini Penyebab Cuaca Panas Terik di Sumsel Sepekan Ini Capai 36 Derajat

Sepekan ini cuaca di Sumatera Selatan penas terik siang hari dan juga udara panas ini masih terasa saat malam hari.

Penulis: Hartati | Editor: Kharisma Tri Saputra
Tribunsumsel
ILUSTRASI CUACA TERIK -- BMKG mengungkap penyebab cuaca terik di Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sepekan ini cuaca di Sumatera Selatan penas terik siang hari dan juga udara panas ini masih terasa saat malam hari.

BMKG mengonfirmasi bahwa panas menyengat di Sumatera Selatan dalam seminggu terakhir, dengan suhu maksimum berkisar antara 32°C hingga 36°C, disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor meteorologis dan klimatologis.

Faktor-faktor utama tersebut adalah pertama, adanya gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator sehingga memaksimalkan penyinaran ke wilayah Sumsel.

Kedua, masuknya periode puncak suhu maksimum tahunan di akhir Oktober dan faktor ketiga, kondisi atmosfer kering yang diperkuat oleh Monsun Australia.

"Kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi matahari (sinar UV) tidak terhalang oleh tabir awan dan diterima secara maksimal sehingga sinar matahari menyinari langsung bumi," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto MSi, Sabtu (1/11/2025).

Siswanto menambahkan, adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di perairan utara Indonesia juga turut memengaruhi pola aliran udara sehingga cenderung menarik massa udara yang lebih kering ke wilayah selatan ekuator,

Dampaknya menghambat pertumbuhan awan di Sumatera Selatan.

"Gabungan faktor-faktor ini membuat paparan sinar matahari terasa sangat maksimal dan menyengat," tambah Siswanto.

BMKG memprediksi kondisi ini secara bertahap akan mereda menjelang bulan November 2025.

Secara umum memasuki tanggal 3 November 2025 sumsel akan kembali mengalami guyuran hujan secara merata kembali dan suhu udara secara umum akan terasa nyaman sebab saat ini Sumsel sudah masuk dalam musim hujan.

Mengantisipasi dampak cuaca panas menyengat ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi dehidrasi.sehingga disarankan banyak minum air putih.

Mengurangi aktivitas luar ruangan yang terpapar langsung sinar matahari terutama pada siang hari, jika tetap harus beraktivitas di luar ruangan jangan lupa menggunakan jaket, atau sun screen.

"Waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak gang tadinya panas terik mendadak hujan bahkan hujan disertai angin," tutup Siswanto.(tnf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved