Kisah Masyarakat yang Nekat Mudik Pakai Perahu Kayu, Sehari Semalam Seberangi Lautan Lepas, Beresiko
Kisah Para Nelayan Nekat Mudik Pakai Perahu Kayu, Sehari Semalam Seberangi Lautan Lepas, Beresiko
Apabila di tengah perjalanan cuaca berubah buruk, Kurdi biasanya tak mau ambil resiko.
Ia akan mengarahkan perahunya ke dermaga terdekat sampai cuaca kembali membaik.
"Jadi kalo cuaca buruk bisa lebih dari satu hari. Karena kita singgah dulu di dermaga-dermaga menuju ke Cirebon itu," ucap Kurdi.
Aktivitas mudik menggunakan perahu ini, kata Kurdi, bakal terus menerus terjadi hingga puncaknya tanggal 4 Mei 2021 nanti, atau dua hari sebelum larangan dari pemerintah berjalan.
Para nelayan memilih berlayar menggunakan perahu lantaran tidak mau berurusan dengan aparat-aparat di titik penyekatan jalur darat.
"Karena pandemi gini kan susah juga lewat jalur darat, apalagi ada penyekatan di banyak titik," ucap Kurdi.
Baca juga: Antisipasi Pemudik Nekat dan Jaga Jalur Tikus, Ditlantas Polda Sumsel Siagakan 2.100 Personil
Baca juga: Kritikan Rizieq Shihab Dari Penjara, Mudik Dilarang, Wisata Dibiarkan, Ahli Beri Penjelasan
Baca juga: Antisipasi Pemudik, Bangun 4 Pos Penyekatan di Perbatasan Musi Rawas
Mudik Pakai Perahu
Situasi pandemi Covid-19 yang masih merebak di Indonesia membuat pemerintah memberlakukan larangan mudik 6-17 Mei 2021.
Seiring larangan tersebut, diterapkan pula pengetatan perjalanan dalam negeri selama H-14 pra Lebaran dan H+7 pasca Idulfitri alias 22 April-24 Mei 2021.
Tak kehabisan akal, para nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, memilih mudik Lebaran tahun ini dengan menggunakan perahu untuk menyiasati ketatnya peratutan pemerintah.
Salah seorang nelayan Cilincing, Kurdianto (52) mengatakan, selama dua hari terakhir sudah ada sedikitnya delapan perahu yang berangkat.
"Sudah ada sekitar delapan perahu nelayan yang mudik selama dua hari ini," kata Kurdi, sapaannya, saat ditemui di Kampung Nelayan Cilincing, Kamis (29/4/2021).
Aktivitas mudik menggunakan perahu ini, kata Kurdi, bakal terus menerus terjadi hingga puncaknya tanggal 4 Mei 2021 nanti, atau dua hari sebelum larangan dari pemerintah berjalan.
Para nelayan memilih berlayar menggunakan perahu lantaran tidak mau berurusan dengan aparat-aparat di titik penyekatan jalur darat.
"Karena pandemi gini kan susah juga lewat jalur darat, apalagi ada penyekatan di banyak titik," ucap Kurdi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/para-nelayan-cilincing-memilih-mudik-menggunakan-perahu.jpg)