Kisah Masyarakat yang Nekat Mudik Pakai Perahu Kayu, Sehari Semalam Seberangi Lautan Lepas, Beresiko

Kisah Para Nelayan Nekat Mudik Pakai Perahu Kayu, Sehari Semalam Seberangi Lautan Lepas, Beresiko

Editor: Slamet Teguh
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Para nelayan Cilincing memilih mudik menggunakan perahu di tengah ketatnya larangan pemerintah selama pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNSUMSEL.COM, CILINCING - Pemerintah secara resmi telah melarang masyarakat untuk mudik lebaran.

Namun nyatanya, sejumlah orang masih nekat mudik lebaran dengan melakukan berbagai cara.

Seperti dilakukan oleh sekelompok masyarakat ini.

Sedikitnya delapan perahu nelayan sudah berangkat dari pesisir Cilincing, Jakarta Utara, ke daerah Cirebon, Jawa Barat, selama dua hari belakangan.

Delapan perahu yang masing-masing diisi sekitar empat sampai lima nelayan itu melaut menjelang momen Lebaran.

Perjalanan dari pesisir Cilincing menuju ke Cirebon paling cepat memakan waktu sehari semalam.

Hal itu diungkapkan Kurdianto (52), salah seorang nelayan Cilincing yang berulang kali mudik menggunakan perahu.

"Sudah sering sih mudik naik perahu, hampir tiap Lebaran. Dari sini ke Cirebon itu paling cepat sehari semalam," kata Kurdi, sapaannya, saat ditemui di Kampung Nelayan Cilincing, Kamis (29/4/2021).

Para nelayan asal Cirebon yang berdomisili di Cilincing mudik dengan menggunakan perahu kayu yang biasanya dipakai untuk menangkap ikan.

Perahu yang digunakan kebanyakan berukuran 2 GT (gross tonnage), dengan dibekali dua mesin yang mumpuni menerjang laut lepas.

Pengalaman sebagai seorang nelayan selama puluhan tahun membuat Kurdi dan teman-teman sekampungnya sudah paham waktu-waktu berangkat.

Ketika dilihat cuaca sedang bagus-bagusnya, barang tentu para pencari ikan itu akan berangkat mudik.

"Kita ngelihat kondisi cuaca ya. Kalo langit dan anginnya lagi bagus, langsung berangkat," kata Kurdi.

Selama perjalanan, Kurdi dan rekan-rekan nelayannya pasti akan bergantian memantau cuaca yang berpengaruh terhadap kondisi ombak serta angin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved