Kisah Masyarakat yang Nekat Mudik Pakai Perahu Kayu, Sehari Semalam Seberangi Lautan Lepas, Beresiko
Kisah Para Nelayan Nekat Mudik Pakai Perahu Kayu, Sehari Semalam Seberangi Lautan Lepas, Beresiko
Menggunakan delapan perahu, puluhan nelayan yang sudah berangkat sama-sama menuju ke kampung halaman mereka di Cirebon, Jawa Barat.
Masing-masing perahu berukuran 2 GT (gross tonnage) yang berangkat dalam dua hari ini mengangkut empat sampai lima nelayan.
"Satu perahu bisa nampung maksimal empat sampai lima orang. Mereka kan menuju ke Cirebon, terutama daerah Kalipasung, Gebang," kata Kurdianto.
Setiap perahu yang biasa dipakai untuk menangkap ikan dibekali dengan dua mesin.
Menurut Kurdi, dengan tenaga dua mesin serta kondisi cuaca bagus, perjalanan dari Cilincing menuju ke Cirebon hanya memakan waktu sekitar sehari semalam.
Namun, apabila cuaca buruk terjadi di tengah perjalanan, para nelayan tersebut akan sandar sejenak di dermaga-dermaga terdekat yang mereka temui.
"Nelayan kan tahu kondisi, pakai logika juga. Jadi ngeliat cuaca. Kalo cuacanya nggak enak ya kita sandar, masuk ke muara orang dulu. Kalau bagus, ya jos (lanjut) terus," tutup Kurdi.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Mudik ke Cirebon Naik Perahu Kayu, Ini Cerita Nelayan Cilincing Habiskan Sehari Semalam di Lautan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/para-nelayan-cilincing-memilih-mudik-menggunakan-perahu.jpg)