Terlalau Sering Buang Air Kecil

Terlalu Sering Buang Air Kecil? Perhatikan 11 Faktor Penyebabnya, Bukan Hanya Kebanyakan Minum

Sebenarnya buang air kecil adalah sesuatu yang sehat. Hanya saja menimbulkan masalah jika terlalu sering buang air kecil. Lantas apa saja penyebabnya?

Editor: Hanafijal
allhealthynews.com
Ilustrasi menahan buang air kecil-Sebenarnya buang air kecil adalah sesuatu yang sehat. Hanya saja, jika terlalu sering bisa juga menandakan adanya masalah kesehatan 

Ketika menderita kondisi ini, kandung kemih akan membengkak dan tidak dapat menahan banyak urine. Para penderita mungkin mengalami urine mereka berwarna keruh, berdarah, atau berbau aneh.

Penderita infeksi saluran kemih mungkin juga mengalami demam, menggigil, mual, dan nyeri di bagian samping atau bawah perut. Dokter kemungkinan akan meresepkan antibiotik untuk menghilangkan infeksi.

Baca juga: Hidup Sehat di Masa Pandemi Virus Corona, 5 Gaya Hidup Bisa Ampuh Jaga Kesehatan Tubuh

4. Faktor Hamil
Pada trimester pertama kehamilan, volume darah wanita hamil akan meningkat, sehingga ginjal harus bekerja dengan kelebihan cairan yang masuk ke kandung kemih. Kondisinini bisa berlanjut hingga trimester kedua.

Untuk mempersiapkan waktu kelahiran, bayi akan mulai bergerak ke bawah melalui panggul wanita yang hamil. Kondisi ini akan memberi beban lebih pada kandung kemih. Seorang ibu hamil tidak hanya berpotensi mengalami buang air kecil lebih sering, tetapi juga bisa mengeluarkan sedikit urine ketika melakukan hal-hal seperti tertawa, bersin, atau mengangkat barang.

Jika mengalami masalah ini, disarankan untuk menggunakan panty liner untuk menghindari pakaian dalam basah oleh urine.

Jika khawatir dengan jumlah urine, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan itu bukan cairan ketuban.

Baca juga: 3 Cara Hidup Sehat Melalui Program Gerakan Masyarakat (Germas) Mulailah dari Keluarga Anda

5. Diabetes
Penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, mungkin lebih sering buang air kecil. Hal itu terjadi karena kelebihan gula dapat menumpuk di darah, yang pada akhirnya membuat ginjal bekerja lebih banyak untuk menyaring dan menyerapnya.

Ketika ginjal tidak dapat menangani beban ekstra ini, gula akan masuk ke dalam urine bersama dengan cairan dari jaringan-jaringan lain dan itu membuat penderita diabetes harus lebih sering buang air kecil.

6. Fibroid rahim
Fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam atau luar rahim dan banyak dialami oleh wanita usia subur. Kondisi ini terkadang membuat penderitanya lebih sering buang air kecil, terutama ketika fibroid menjadi lebih besar dan menekan kandung kemih.

Fibroid juga dapat menyebabkan perdarahan hebat, nyeri haid, nyeri saat berhubungan seks, komplikasi selama kehamilan dan persalinan, hingga bahkan masalah kehamilan.

Baca juga: Biasakan Hidup Sehat dengan Senam

7. Kandung kemih terlalu aktif
Pada kondisi ini, seseorang akan sulit mengontrol keinginannya untuk buang air kecil. Ketika cairan menumpuk di kandung kemih, sinyal saraf dari kandung kemih ke otak biasanya memicu otot dasar panggul dan otot uretra untuk rileks. Kondisi ini memungkinkan kandung kemih berkontraksi dan mengeluarkan urine.

Memiliki kandung kemih yang terlalu aktif dapat membuat otot-otot di kandung kemih tanpa sengaja berkontraksi, bahkan saat kandung kemih tidak penuh.

Kandung kemih yang terlalu aktif bisa disebankan oleh beberapa kondisi medis, termasuk memiliki kelainan neurologis seperti stroke, kelainan kandung kemih seperti tumor, atau asupan kafein atau alkohol yang berlebihan, antara lain.

Untuk mengatasinya, kita perlu mencari tahu penyebab yang mendasarinya terlebih dahulu.

Baca juga: Ayo Mulai Hidup Sehat Sekarang, Lawan Hipertensi Pembunuh Diam-diam yang Mematikan

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved