Breaking News:

PPKM Berskala Mikro di Sumsel

PPKM Berskala Mikro di Sumsel Mulai Hari ini Hingga 19 April, Ini Penjelasannya

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diterapkan di Sumsel selama dua pekan atau mulai 6-19 April 2021.

TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diterapkan di Sumsel selama dua pekan atau mulai 6-19 April 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diterapkan di Sumsel selama dua pekan atau mulai 6-19 April 2021.

Merespons kewajiban penerapan PPKM mikro ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini, menyebutkan, pihaknya akan mengoptimalkan berbagai upaya termasuk di antaranya melibatkan peran serta banyak elemen masyarakat.

“Hingga kini, Sumsel sudah punya 3.000 desa siaga Covid-19 dan Kelurahan Tangkal Covid-19. Nantinya program itu akan diaktifkan kembali,” ujar Lesty, Selasa (6/4/2021).

Untuk memastikan pelaksaan PPKM mikro berjalan optimal, Dinas Kesehatan telah membentuk satuan tugas (satgas) pengendalian Covid-19 dan posko penanganan Covid-19 hingga ke tingkat RT/RW.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sumsel Masuk 20 Provinsi yang Laksanakan PPKM Berskala Mikro, Ini Kata Gubernur

Dalam pelaksanaannya akan melibatkan semua pihak mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan semua pihak terkait.

Khusus untuk PPKM di tingkat desa, pemerintah desa bisa menggunakan dana desa. Hal yang sama juga berlaku untuk semua bidang pelaksanaan protokol kesehatan yang bisa menggunakan dana dari APBN dan APBD. Kalangan yang melakukan isolasi mandiri pun akan diberikan bantuan pangan.

"Dengan pelaksanaan PPKM berskala mikro ini diharapkan penularan Covid-19 bisa ditekan,” kata Lesty.

Dijelaskan Lesty, terdapat empat faktor yang membuat Sumsel akhirnya masuk dalam daerah yang wajib melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro angka kematian, tingkat kesembuhan, kasus aktif, dan positivity rate.

Adapun rinciannya yakni angka kematian akibat ingeksi Covid-19 di Sumsel yang berada dj angka 4,7 persen atau jauh lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 2,7 persen.

Dari sisi tingkat kesembuhan Sumsel juga masih di bawah kesembuhan nasional. Hingga kini persentase kesembuhan di Sumsel hanya 87,2 persen. Angka ini2 lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional sekitar 89,7 persen.

Halaman
123
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved