Ketua DPW PKB Sumsel, Ramlan Holdan Mencuat Sebagai Cabup Muara Enim Disebut Bisa Memecah Kebuntuhan

Ketua DPW PKB Sumsel Mencuat Sebagai Calon Wabup Muara Enim, Pengamat Dr Febrian: Bisa Memecah Kebuntuan

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hingga saat ini, siapa dua nama yang akan diajukan tiga parpol pengusung Pemenang Pilkada untuk calon wabup Muara Enim yang berpeluang besar menjadi Bupati masih tanda tanya. 

Tiga parpol pengusung Ahmad Yani-Juarsah di Pilkada Muara Enim 2018 silam, yaitu Partai Demokrat sudah mengusulkan Sumarni yang notabennya istri dari mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani.

Sementara Hanura telah mengusulkan nama Rinaldo, sedangkan PKB belum menentukan sikap siapa yang direkomendasinya.

Namun, hampir dipastikan nama Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan yang mendapat rekomemdasi dari DPP.

Sesuai aturan sendiri, partai koalisi hanya boleh mengusulkan dua calon sesuai kata sepakat, yang boleh diajukan untuk selanjutnya akan dipilih salah satunya menjadi calon wakil Bupati oleh DPRD.

Menyikapi hal tersebut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian menilai, munculnya nama Ramlan bisa menjadi solusi dari kebuntuan parpol pengusung untuk menentukan kata sepakat.

"Jelas (nama Ramlan) itukan hitungan politik, kalau sampai Ramlan Holdan  turun untuk posisi cawabup itulah konstelasi parpol pemenang Pilkada. Jadi adanya kebuntuhan nama yang diusulkan selama ini, mungkin saja ada deal juga setelah muncul nama Ramlan, tapi kita tidak tahu," kata Febrian, Sabtu (27/3/2021).

Dekan Fakultas Hukum Unsri ini pun mengungkapkan, jika selama ini PKB belum mengeluarkan nama, karena PKB merasa memiliki hak yang sama untuk kadernya diusulkan, mengingat posisi pemenangan Pilkada 2018 lalu kader PKB Juarsah sebelumnya adalah Wabup dan naik jadi Bupati.

"Mengingat Juarsah sebelumnya diposisi dua (Wabup) dan ini bisa dipahami. Tetapi pilkada jabatan ini dibuat menarik untuk orang berebut, tetapi kalai level itu mainnya dilevel Bupati atau paling tidak tingkat pengurus partai provinsi atau DPP, namun karena konstelasi wabup dan kondisi realitanya ia (Ramlan) harus ikut, ya silahkan," ucapnya.

Baca juga: Dua Gadis Belia Tewas Tenggelam Karena Hendak Mandi di Rawa di Ogan Ilir, Padahal Tak Bisa Berenang

Baca juga: Harusnya Gerebek Pengedar Narkoba, 4 Polisi Ini Malah Masuk Kamar Kolonel TNI, Begini Nasibnya

Ditambahkan Febrian, jika berkaca dari posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini, itu bisa jadi rujukan, jika deal awal parpol sebelumnya belum tentu berlaku kedepannya, dan tergantung konstelasi politik dilapangan.

"Jadi munculnya nama Ramlan itu bisa jadi jalan tengah kebuntuhan selama ini, karena  posisi dua itu sejatihnya posisi PKB, tapi tidak tahu menang atau kalah saat pemilihan oleh DPRD nanti. Sebab janji politik untuk posisi Wakil Gubernur pernah terjadi di DKI namin nyatanya bukan kursi untuk PKS melainkan Gerindta, meski sudah deal awalnya," tandas Febrian.

Terkait belum tercapainya kata sepakat terkait usulan Cawabup Muara Enim ini, Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, Ahmad Al Azhar tak menampiknya, dan tinggal dari PKB yang belum secara resmi mengusulkan nama.

"Memang sampai saat ini belum, masih menunggu calon yang diajukan PKB dan Demokrat kalau kita siap. Kalau kami sudah pasti akan mengajukan nama Rinaldo sebagai Calon Wakil Bupati Muara Enim," tegas Azhar.

Ditanya nama Ramlan Holdan yang diajukan sebagai Cawabup Muara Enim dari PKB, Azhar enggan menanggapinya terlalu jauh. Namun yang pasti harus ada sepakat dari 3 parpol untuk mengeluarkan dua nama saja. 

"Kalau komunikasi selama ini jalan terus tapi belum kelar- kelar. Dimana parpol pengusung harus sepakat keluarkan dua nama, sehingga tidak mutlak juga harus ada rekomendasi atau tidak, asal sepakat bisa jalan terus," tuturnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved