Breaking News:

Berita Muara Enim

Kebakaran di RS HM Rabain Muara Enim, 138 Pasien Dievakuasi, Kegiatan di Ruang Operasi Disetop

Ratusan pasien RSUD HM Rabain Muaraenim berhamburan keluar saat terjadi kebakaran di ruang panel listrik Rabu (17/3/2021).

TRIBUN SUMSEL/IKA ANGGRAINI
Tampak beberapa petugas kebersihan sedang membersihkan ruang panel listrik yang terbakar yang berada tepat didepan ruang operasi RSHM Rabain Muara Enim, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM - Ratusan pasien RSUD HM Rabain Muaraenim berhamburan keluar saat terjadi kebakaran di ruang panel listrik, kegiatan operasi pasien di dalan ruang operasi RSUD pun sempat distop.

Hal inipun dibenarkan oleh Kabid Keperawatan RS HM Rabain Muaraenim Tumpuk Susmiyati, SKep, Ners saat ditemui disela-sela evakuasi pasien di Halaman Polres Muaraenim, Rabu (17/3/2021).

Dikatakannya saat terjadi kebakaran tersebut,sebanyak 138 pasien dievakuasi kehalaman Polres Muaraenim.

 "Yang dievakuasi adalah pasien-pasien rawat inap yang ada di lantai II, ruang kebidanan,Ruang NICU Dan PICU,dan pasien yang ada di lantai atas gedung baru, karena ruang panel listrik yang terbakar tersebut terconnecting dengan gedung baru ,jadi dikhawatirkan api menyebar, maka pasien kita evakuasi keluar dengan jumlah sekitar 138 pasien,"katanya.

Dijelaskannya karena adanya kebakaran tersebut, kegiatan di ruang operasipun sempat di hentikan sementara.

Baca juga: Hujan Deras, Warga Perumahan Karya Bakti Lubuklinggau Korban Banjir Bandang, Khawatir Banjir Susulan

Baca juga: Pria di Palembang Bakar Musala Tua di 28 Ilir, Kesal Gegara Pengurus Tak Pinjamkan Bola Lampu

"Pasien d iruang operasi dan ruang ICU pun terpaksa kita evakuasi ke IGD, untuk menghindari bahaya kebakaran,karena ruang panel listrik yang terbakar berhadapan langsung dengan ruang operasi, pasien kita transitkan ke IGD sambil melihat situasi, namun jika apinya semakin menyebar dan berpotensi membahayakan pasien, pasien-pasien tersebut akan kita bawa keluar juga, tapi Alhamdulilah apinya cepat ditangani oleh tim dari PLN dan dinas pemadam kebakaran,"katanya.

Ia juga mengatakan dari peristiwa tersebut untuk data di arsip pasien dan beberapa alat medispun juga ikut diamankan.

"Jadi perawat dan pegawai yang lain sempat panik,namun kami berusaha yang paling penting itu menyelamatkan pasien dulu, baru kemudian data arsip dan alat-alat medis, kami bahu membahu, melakukan evakuasi dan alhamdulilah semua aman dan terkendali,"katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved