Breaking News:

Berita PALI

Telan 1,9 Milyar, Proyek Gapura Perbatasan PALI- Muaraenim Tak Kunjung Rampung

Proyek gapura gerbang perbatasan antara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kabupaten Muaraenim Tak Kunjung Rampung.

SRIPOKU/REIGAN
Pembangunan proyek gerbang batas Kabupaten PALI - Muaraenim di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi tak kunjung rampung. Proyek menelan biaya Rp 1,9 Miliar itu seharusnya sudah rampung pada akhir Desember tahun lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI -- Proyek gapura gerbang perbatasan antara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kabupaten Muaraenim yang kembali molor dari target sebelumnya. Sehingga kembali di Adendum.

Proyek gapura yang dibangun menggunakan APBD PALI Tahun Anggaran 2020 senilai Rp 1,9 Miliar yang seharusnya sudah rampung pada akhir Desember tahun lalu rupanya hingga batas akhir adendum pertama hampir berakhir tak kunjung rampung dikerjakan pihak pelaksana. 

Bangunan batas kabupaten itu hanya dikerjakan sebatas dua tiang besar yang berdiri kokoh didua sisi jalan masuk Kabupaten PALI yang terletak di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi. 

Baca juga: Breaking News: Resmi, Gugatan Pilkada OKU dan OKUS Ditolak MK, PALI Lanjut 

Plt Kepala Dinas Perkim PALI Ahmad Hidayat mengatakan, bahwa pelaksana sudah mengajukan kembali adendum yang kedua untuk melanjutkan proyek pembangunan gerbang batas itu.

"Adendum pertama berakhir tanggal 19 Februari 2021, tetapi sepertinya pekerjaan itu tidak akan selesai pada batas akhir adendum atau perpanjangan kontrak kerja yang telah diberikan selama 50 hari sejak masa akhir kontrak kerja." ungkap Hidayat, Kamis (18/2/2021). 

"Namun kita berikan lagi adendum kedua selama 20 hari kedepan untuk menyelesaikan pekerjaan itu karena adanya beberapa pertimbangan," lanjutnya. 

Pertimbangan pemberian adendum kedua, jelas Ahmad Hidayat bahwa rangka atas untuk bangunan gerbang batas tengah dirakit di pabrik milik pelaksana. 

"Info dari pihak pelaksana rangka itu tinggal diangkut dan dipasang. Mudah-mudahan dengan waktu 20 hari kedepan pelaksana bisa menyelesaikan pekerjaan itu," jelasnya. 

Meski diberi penambahan adendum, Ahmad Hidayat menegaskan bahwa pihak pelaksana tetap harus membayar denda keterlambatan sebesar 1:1000 dari pekerjaan yang belum diselesaikan. 

"Denda wajib dibayar pelaksana selama masa adendum," ujarnya  

Baca juga: Tunjangan Puluhan Kades di PALI Sembilan Bulan Belum Dibayar, DPRD Beberkan Hutang Pemkab PALI

Sementara, Hendri perwakilan pihak pelaksana pembangunan gapura gerbang batas kabupaten itu, mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan perakitan rangka atas gerbang batas dan saat ini tinggal membawa material tersebut ke lokasi pekerjaan. 

"Tinggal pasang rangka. Mudah-mudahan sebelum batas akhir adendum kedua, proyek itu selasai." urainya.

Dijelaskan, keterlambatan pekerjaan itu diakibatkan beberapa kendala namun telah selesai termasuk drainase disekitar lokasi pembangunan meski pun drainase itu bukan tanggung jawab pihaknya. 

"Kami yakin, pekerjaan itu selesai sebelum masa berakhir. Untuk pembayaran denda, kami komitmen ikuti aturan yang ada," katanya (SRIPOKU/REIGAN)

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved