Pembunuhan di Prabumulih

Sebelum Ditemukan Tewas di Pondok Dalam Kebun, Jailani Hendak Jual Cabai Untuk Makan

Dia nelepon ngomong kalau uang di kantong tinggal Rp 8.000 lagi jadi mau jual cabai dulu, setelah itu baru membantu saya nyemprot rumput di kebun saya

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDISON
(Foto kanan) Zulkifli, paman dari korban Jailan, pria yang ditemukan tewas di Pondok Kebun Cabai, Senin (28/12/2020).(Foto kiri) Polisi saat mengevakuasi jenazah korban dari pondok cabai tempat jenazahnya ditemukan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kematian Jailani yang merupakan petani sayur cabai di pondok kebun, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Zulkifli yang merupakan paman korban mengungkapkan dirinya berencana akan bekerja menyemperot rumput di kebun miliknya bersama sang keponakan namun justru ditemukan sudah tak bernyawa.

"Jadi semalam sebelum ditemukan meninggal saya sempat nelepon Jailani minta bantu untuk bekerja di kebun saya menyemprot rumput, dan dia mau," ungkap Zulkifli sedih dibincangi di rumah sakit.

Menurut Zulkifli, sang keponakan ketika ditelepon malam sebelum ditemukan meninggal mengaku hanya memiliki uang Rp 8.000 lagi untuk makan.

"Dia nelepon ngomong kalau uang di kantong tinggal Rp 8.000 lagi jadi mau jual cabai dulu, setelah itu baru membantu saya nyemprot rumput di kebun saya," katanya seraya mengaku dirinya tidak berani melihat jenazah keponakan penuh darah lantaran menderita darah tinggi khawatir drop.

Jenazah Jailani akan dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Luka Remuk di Kepala

Diberitakan sebelumnya, warga kota Prabumulih kembali gempar. Pasalnya, sesosok mayat pria kembali ditemukan terbujur kaku di atas kasur pondok kebun kebun cabai tempatnya bekerja, Senin (28/12/2020).

Jenazahnya tersebut diketahui Jailani (40) warga Jalan Pelangi RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Saat ditemukan jenazah dalam keadaan mengalami luka remuk di bagian kening kepala sebanyak tiga bekas pukulan benda tumpul dan luka di bagian bibir.

Tidak hanya luka tersebut, saat ditemukan motor Honda Beat korban hilang diduga dibawa kabur pencuri.

Kondisi Jailani, warga  Jalan Pelangi RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih yang ditemukan tewas bersimbah darah di tempat tidur pondok cabe tempatnya tinggal, Senin (28/12/2020).
Kondisi Jailani, warga  Jalan Pelangi RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih yang ditemukan tewas bersimbah darah di tempat tidur pondok cabe tempatnya tinggal, Senin (28/12/2020). (TRIBUN SUMSEL/EDISON/ISTIMEWA)

Jenazah pertama ditemukan Adil Humaini alias Padli (13) yang merupakan anak semata wayang korban.

Hingga berita ini diturunkan jenazah Jailani dibawa ke kamar mayat RSUD Kota Prabumulih untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, penemuan jenazah bermula ketika paman korban yakni Zulkifli (50) menelpon korban untuk mengajak meracun rumput.

Namun beberapa kali ditelpon mengangkat, untuk memastikan itu Zulkipli kemudian menemui Padli anak korban di rumah orangtua angkatnya Sudar (50) di Jalan Padat Karya Gunung Ibul.

Zulkipli meminta anak korban menghubungi ayahnya. Lalu Padil menuju pondok kebun dan menggedor pintu hingga beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam pondok.

Merasa curiga, Padil lalu mendobrak dan mendapati ayahnya dalam keadaan penuh darah di atas kasur rumah korban.

"Jadi saya nelepon korban untuk mengajak bekerja semprot kebun tapi tidak ngangkat-ngangkat, lalu saya ke tempat anaknya dan anaknya ke kebun untuk memastikan," kata Zulkifli ketika diwawancarai di kamar mayat RSUD Prabumulih.

Zulkifli menuturkan, berdasarkan cerita anak korban ketika sampai di kebun tidak ada suara ketika pondok digedor dan ketika didobrak didapati korban telah meninggal dunia.

"Padil kemudian ke rumah Sudar dan menceritakan ayahya tidak tertolong (dibunuh-red), lalu kami ke kebun dan menghubungi petugas kepolisian dan warga sekitae," tuturnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi ketika diwawancarai mengungkapkan dugaan sementara pelaku dibunuh.

"Saat ditemukan korban dalam keadaan mengalami luka di bagian kepala, diduga bekas pukulan benda tumpul sebanyak tiga titik di bagian kening," ujarnya.

Kapolsek menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap korban.
"Kita terus lakukan penyelidikan terkait diduga disebabkan tewas akibat dibunuh," tambahnya. 

Ikuti Kami di Google

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved