Pembunuhan di Prabumulih
Sebelum Ditemukan Tewas di Pondok Dalam Kebun, Jailani Hendak Jual Cabai Untuk Makan
Dia nelepon ngomong kalau uang di kantong tinggal Rp 8.000 lagi jadi mau jual cabai dulu, setelah itu baru membantu saya nyemprot rumput di kebun saya
Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kematian Jailani yang merupakan petani sayur cabai di pondok kebun, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Zulkifli yang merupakan paman korban mengungkapkan dirinya berencana akan bekerja menyemperot rumput di kebun miliknya bersama sang keponakan namun justru ditemukan sudah tak bernyawa.
"Jadi semalam sebelum ditemukan meninggal saya sempat nelepon Jailani minta bantu untuk bekerja di kebun saya menyemprot rumput, dan dia mau," ungkap Zulkifli sedih dibincangi di rumah sakit.
Menurut Zulkifli, sang keponakan ketika ditelepon malam sebelum ditemukan meninggal mengaku hanya memiliki uang Rp 8.000 lagi untuk makan.
"Dia nelepon ngomong kalau uang di kantong tinggal Rp 8.000 lagi jadi mau jual cabai dulu, setelah itu baru membantu saya nyemprot rumput di kebun saya," katanya seraya mengaku dirinya tidak berani melihat jenazah keponakan penuh darah lantaran menderita darah tinggi khawatir drop.
Jenazah Jailani akan dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.
Luka Remuk di Kepala
Diberitakan sebelumnya, warga kota Prabumulih kembali gempar. Pasalnya, sesosok mayat pria kembali ditemukan terbujur kaku di atas kasur pondok kebun kebun cabai tempatnya bekerja, Senin (28/12/2020).
Jenazahnya tersebut diketahui Jailani (40) warga Jalan Pelangi RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.
Saat ditemukan jenazah dalam keadaan mengalami luka remuk di bagian kening kepala sebanyak tiga bekas pukulan benda tumpul dan luka di bagian bibir.
Tidak hanya luka tersebut, saat ditemukan motor Honda Beat korban hilang diduga dibawa kabur pencuri.

Jenazah pertama ditemukan Adil Humaini alias Padli (13) yang merupakan anak semata wayang korban.
Hingga berita ini diturunkan jenazah Jailani dibawa ke kamar mayat RSUD Kota Prabumulih untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, penemuan jenazah bermula ketika paman korban yakni Zulkifli (50) menelpon korban untuk mengajak meracun rumput.
Namun beberapa kali ditelpon mengangkat, untuk memastikan itu Zulkipli kemudian menemui Padli anak korban di rumah orangtua angkatnya Sudar (50) di Jalan Padat Karya Gunung Ibul.