Berita OKU

3 Orang di OKU Tewas Disambar Petir, Warga Berjalan 4 Jam Angkut Jenazah di Tengah Malam

Tak ada yang menyangka, tiba tiba petir menyambar panel pembangkit listrik, kemudian menyambar empat orang yang berada dalam pondok tersebut

Editor: Wawan Perdana
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Petir : Tiga orang di Desa Karang Lantang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Rabu (18/11/2020), tewas disambar petir. 

Sedangkan korban Yan yang luka bakar di bagian pantatnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Pengandonan AKP Mardin SH yang dikonfirmasi Kamis (19/11/2020) membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Kapolsek korban sudah dimakaman didesa masing-masing

Warga Desa Karang Lantang, Kecamatan Muarajaya, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan (Sumsel), rela berjalan kaki tengah malam melewati hutan untuk mengevakuasi warganya yang tewas disambar petir.

Warga harus berjalan selama 4 jam ke lokasi kebun korban.

Mereka harus melintasi hutan belukar dan hanya mengandalkan penerangan senter.

Menurut penuturan Kepala Desa Karang Lantang, Kecamatan Muarajaya, Kabupaten OKU, Tambat, dia mengerahkan sekitar 100 warga untuk melakukan evakuasi jenazah .

Dibutuhkan waktu empat jam, dimana mereka berangkat pukul 23.00 dan tiba di kampung pukul 03.00 dinihari.

Mereka berjalan kaki dengan medan yang cukup berat untuk membawa jenazah dari Talang Muara Tenggiling Desa Karang Lantang, Kecamatan Muarajaya.

Sedihnya lagi, medan yang cukup berat disertai hujan dan melewati hutan belantara dengan hanya mengandalkan penerangan senter.

“Penerangan sangat minim karena cuman belor (senter—red) .” kata Kades.

Menurut kades, warga membuat tandu dari bambu untuk mengusung tiga jenazah yang tewas disambar petir.

Dengan tandu bambu inilah, warga bergantian mengangkat jenazah untuk dibawa ke Desa Karanglantang .

Tak terbayang betapa sulitnya mengeluarkan jenazah dari talang tepencil dalam kondisi cuaca buruk.

Namun dengan tekad yang kuat dan kegotong royongan warga, akhirnya 3 jenazah masing-masing Saimah (60), ibu rumah tangga, Dika bin Bayumi (25), petani Hendri bin Dahlan (30) berhasil dievakuasi. (SP/ Leni Juwita)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved