KISAH Charles Joughin Korban Selamat Kapal Titanic, Sempat ke Kamar Minum Alkohol saat Kapal Karam
Namun entah bagaimana, kepala tukang roti kapal ini bertahan selama berjam-jam dalam suhu di bawah nol sampai ia menemukan sekoci.
TRIBUNSUMSEL.COM - Lama sudah kapal Titanic tenggelam dan peristiwa itu kini masih terus diingat lewat filmnya.
Adakah yang selamat pada peristiwa yang terjadi pada 1912 itu ?
Charles Joughin bisa dibilang orang terakhir di atas kapal Titanic ketika kapal itu tenggelam ke perairan dingin samudera Atlantik Utara pada 15 April 1912.
Namun entah bagaimana, kepala tukang roti kapal ini bertahan selama berjam-jam dalam suhu di bawah nol sampai ia menemukan sekoci.
Apa yang membuatnya tetap tenang dan hidup melalui satu bencana terbesar dalam sejarah?
Dilansir TribunTravel dari laman allthatsinteresting.com, berikut deretan fakta unik Charles Joughin, korban selamat terakhir tenggelamnya kapal Titanic.
Baca juga: PILPRES AS: Suara Joe Biden di Michigan Melonjak 138.000, Ternyata Salah Ketik, Ini Fakta Sebenarnya
Baca juga: Foto-foto Diduga Pelaku Pembakaran Halte Sarinah Dibeberkan Najwa Shihab, BIN Ungkap Identitas
Baca juga: Saksikan Istri Mesra dengan Selingkuhan di Warung Bebek Buat Suami Geram, Berujung Pertumpahan Darah
Baca juga: Sosok Letkol Dwison Evianto, Dicopot Tiba-tiba dari Jabatan Dandim 0736 Batang
Awal Bencana
Dilahirkan di Birkenhead, Inggris pada 1878, Charles Joughin sudah mengenal kehidupan laut sejak usia dini.
Mengikuti jejak dua saudara lelakinya, yang keduanya bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan, Joughin mulai bekerja di atas kapal pada usia 11.
Karier kelautannya akhirnya mengarah ke posisi di RMS Titanic, di mana ia bekerja sebagai kepala tukang roti ketika kapal legendaris itu menabrak gunung es pada malam 14 April 1912.
Terbangun dari tidurnya saat tabrakan terjadi, Joughlin mendapati staf kapal panik.
Alih-alih panik, ia langsung menyadari apa yang telah terjadi dan bergerak untuk mengendalikan situasi.
Hal pertama yang dilakukannya adalah memberi tahu tukang roti di bawah pengawasannya untuk membawa lebih dari 50 roti di atas geladak.
Tujuannya untuk memastikan semua orang di sekoci akan memiliki makanan untuk bertahan sampai mereka diselamatkan.
TONTON JUGA