Breaking News:

'Peh Ngopi' di Atrium Palembang Square (PS) Mall, Ada yang Siap Seduh hingga Siap Minum

Salah satunya dengan menggelar event 'ngopi' hingga aneka lomba yang berkaitan dengan kopi juga kelas membuat kopi bagi pemula.

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Palembang Square mengenalkan kopi asli Sumsel dan mengajak pengunjung mencintai produk asli Sumsel sehingga kopi Sumsel tidak kalah bersaing dengan kopi lokal lainnya.(tnf) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kopi Sumsel sejak beberapa waktu belakangan gencar disosialisasikan sebagai kopi asli milik Sumsel agar dikenal luas oleh masyarakat di tanah air.

Salah satunya dengan menggelar event 'ngopi' hingga aneka lomba yang berkaitan dengan kopi juga kelas membuat kopi bagi pemula.

Palembang Square ikut memperkenalan kopi asli Sumsel melalui event 'Peh Ngopi' yang digelar di atrium Palembang Square (PS) 15-28 Oktober.

Sebanyak 16 tenant yang didominasi stant kopi meramaikan kegiatan ini dengan menyediakan kopi andalannya masing-masing.

Ada yang menyediakan kopi siap seduh, siap minum hingga kopi yang baru selesai di sangrai dan digiling yang bisa diolah sendiri di rumah.

Baca juga: Jumlah DPT Pilkada di Musi Rawas Turun Dibandingkan Jumlah Pemilih Pileg dan Pilpres

Baca juga: Resep dan Cara Membuat Pindang Ikan Patin Khas Meranjat Ogan Ilir

Baca juga: Cara Membuat Tanjak Palembang, Beda Tanjak untuk Pangeran dan Masyarakat Umum

Selain diminum kopi juga bisa dikreasikan menjadi bahan baku pembuatan kue yang menjadi rangkaian kegiatan Peh Ngopi.

Hal ini juga bisa menjadi alternatif bagi yang tidak suka ngopi tapi tetap bisa menikmati sensasi kopi pada kue atau kudapan yang dibuat.

Marketing Comunication PS Mall, Edi Sapta Zain mengatakan, event kopi ini sengaja dihadirkan untuk mengangkat kopi Sumsel agar dikenal luas lagi dan sebagai tuan rumah di ruang sendiri.

Menurutnya kopi Sumsel tidak kalah enak dan berkualitas karena kopi Sumsel kerap di kirim ke luar kota.

"Adanya event ini bisa menjadi alternatif pecinta kopi berkumpul dan menikmati kopi sekaligus belanja atau menemani istri belanja," ujar Edi, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: KISAH PILU Istri Dikurung Suami Selama 1,5 Tahun di Toilet Kotor dan Bau, Tak Kuat Berdiri Lagi

Baca juga: Akhirnya Terbongkar Penyebab Wendi Cagur Didepak dari OVJ, Cita-cita jadi Guru Ikut Terkuak

Baca juga: Anakku-anakku Sayang, Jeritan Ibu Pandangi Wajah Putrinya yang Terbujur Kaku, Nenek Ikut Teriak

Edi mengatakan pandemi Covid-19 membuat daya beli masyarakat belum maksimal seperti saat normal.

Secara trafic, pengunjung yang datang sudah kembali ramai, namun dari sisi transaksi masih belum maksimal karena daya beli masyarakat turun.

Bagi kalangan menengah atas yang miliki uang juga lebih memilih menyimpan dananya bukan dibelanjakan karena masih wait and see kondisi saat ini.

"Alhamdulilah demo yang terjadi beberapa hari lalu tidak terlalu berdampak karen mall tetap bukan dan tetap beroperasi seperti biasa," tutupnya.(tnf)

Penulis: Hartati
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved