Corona di Sumsel
Pergub Protokol Kesehatan Belum Diberlakukan Meski Kasus Covid-19 di Sumsel Menurun
Pergub Protokol Kesehatan Belum Diberlakukan Meski Kasus Covid-19 di Sumsel Menurun
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peraturan gubernur (Pergub) Protokol Kesehatan yang ditandatangani dan sudah difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah selesai.
Meski demikian, pemberlakuan pergub protokol kesehatan belum dilakukan hingga kini.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan saat ini di Sumsel telah terjadi peningkatan disiplin masyarakat Sumsel dalam mematuhi protokol kesehatan yang berindikasi ke pelandaian jumlah terjangkit Covid-19.
"Jadi, saya lihat ada pelandaian jumlah terpapar ini menandakan kedisiplinan masyarakat menjadi semakin baik.
Saya lihat nanti kalau memang ada fluktuasi dalam kedisplinan ini atau kemasabodohan maka akan segera kita berlakukan karena pergub sudah selesai, hanya tinggal gong (diberlakukan) saja," ujarnya, Selasa (18/8/2020).
Deru mengatakan, pemberian sanksi bagi pelanggar aturan yang tercantum dalam pergub protokol kesehatan hanya sebagai opsi terakhir.
Sanksi yang dimuat berupa denda uang mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.
Hal tersebut dikarenakan dia tak ingin produktivitas masyarakat menurun sehingga mengganggu pemulihan ekonomi di masa pandemi.
"Tapi, saya melihat ada perbaikan semangat masyarakat untuk protokol kesehatan. Ngapain kita berikan sanksi kalau mereka sudah membaik sendiri?" katanya.
Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, Andi Yussianto, menjelaskan, rasio positif di Sumsel sejak awal Agustus memang turun signifikan tepatnya pada Idul Adha.
Sebelum Iduladha, rasio positif mencapai 20 persen namun saat ini rata-rata di bawah 10 persen, bahkan pernah mencapai 5 persen.
Andi menyebutkan, penurunan rasio positif ini berpengaruh pada jumlah spesimen yang diperiksa.
“Jika jumlah kasus positif berkurang, tentu orang yang diperiksa juga berkurang,” kata dia.
Andi mencontohkan, pada pemeriksaan Sabtu (15/8/2020), dari 250 spesimen yang diperiksa tidak ada satu spesimen pun yang terkonfirmasi positif.
Keesokan harinya, ada 150 spesimen yang diperiksa hasilnya sama, tidak ada satu spesimen pun yang terkonfirmasi positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)