Berita Lubuklinggau
Swab Test Massal di Kota Lubuklinggau, Mbah Gampreng Tak Bisa Keluarkan Dahak
Selain Mbah Gampreng tampak beberapa orang lansia lainnya yang ikut mengantre dikantor kelurahan setempat untuk mengikuti swab test massal.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Mbah Gampreng, warga Kelurahan Wirakarya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, sempat was-was saat mengantre mengikuti swab test massal di lingkungan tempat tinggalnya.
Nenek berusia 60 tahun ini mengaku, sempat tak bisa mengeluarkan dahaknya, karena merasa cemas saat dilakukan swab test, akhirnya setelah dibantu, petugas berhasil mengambil dahaknya.
"Tadi sempat beberapa kali karena kering, diulang lagi, akhirnya dapat, mungkin karena tadi sempat cemas, jadi agak susah," kata Mbah Gampreng pada Tribunsumsel.com, Senin (20/7).
Ia pun mengaku bersyukur, saat ini telah mengikuti swab test masal tersebut, menurutnya dengan selesainya dilakukan swab setidaknya akan tahu apakah dirinya terkonfirmasi Covid-19 atau tidak.
• BREAKING NEWS, Ojek Online di Palembang Kembali Dilarang Angkut Penumpang, Ini Alasannya
"Tapi sepertinya negatif karena memang saya ini sehat sejak awal. Tapi karena disuruh akhirnya mau, lagian nanti kita akan tau apakah positif atau negatif," ungkapnya.
Selain Mbah Gampreng tampak beberapa orang lansia lainnya yang ikut mengantri dikantor kelurahan setempat untuk mengikuti swab test masal.
Swab test masal di Kelurahan Wira Karya ini merupakan bagian dari 10 besar dari 72 kelurahan yang masuk kategori terbaik menurut tim penilai Lomba Kampung Tangkal Covid-19 di kota ini.
Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan, swab test masal ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat penularan dan penyebaran Covid-19 dimasyarakat.
"Swab test masal ini dilakukan untuk memenuhi target 2.000 orang," paparnya.
• Sedang Mancing, Seorang Gadis di Ogan Ilir Dicabuli Pria 60 Tahun di Semak-semak
• Pamit Mancing dan Tak Pulang-pulang, Dedi Santoso Warga Sekayu Ditemukan Meninggal di Sawah
Ia bersyukur, jika antusias masyarakat yang mengikuti swab test saat ini sangat bagus terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mau dilakukan swab test di 10 kelurahan itu.
"Tadi pagi ada yang sudah 75, kita bukak dari pagi sampai sore hari, kalau pun belum memenuhi target 100-150 orang akan dibuka sampai hari Rabu mendatang," ujarnya.
Ia pun mengakui, dari 10 kelurahan yang dilakukan swab test saat ini kemungkinan belum mampu mecukupi syarat epidemiologi yang disyaratkan karena baru mencapai 1.000 orang.
"Untuk kurangya nanti melekat di puskesmas, nanti masyarakat akan datang ke puskesmas untuk swab gratis, kedepan tetap kita akan prioritaskan ibu hamil, darah tinggi, kencing manis dan obesitas," paparnya.
Sementara, khusus kampung tangkal Covid-19 jika ada ditemukan warga positif maka otomatis nilainya akan berkurang.
Bagitu juga sebaliknya, jika dikelurahan tersebut masyarakatnya membludak hingga mencapi 150 orang dan hasilnya negatif maka nilainya juga besar.
"Karena penilainya ada tiga saya pak dandim, kapolres, 10 tersisa ini semuanya sudah bagus, tinggal salah satunya apakah banyak covid atau tidak," paparnya (Joy)