Beirta Muba

Pamit Mancing dan Tak Pulang-pulang, Dedi Santoso Warga Sekayu Ditemukan Meninggal di Sawah

Laporan yang pihaknya diterima perihal seseorang yang menghilang dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Editor: Weni Wahyuny
Polsek Sekayu
Evakuasi jasad Dedi Santoso yang dilakukan aparat kepolisian ke RSUD Sekayu. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Masyarakat Sekayu digemparkan dengan ditemukannya mayat laki-laki di persawahan tepatnya di Jalan Sekayu Muara Teladan, Kelurahan Balai Agung, Muba, Minggu (19/7/20) sekitar pukul 21.30 WIB.

Diketahui mayat laki-laki tersebut bernama Dedi Santoso (29) warga Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Muba.

Korban diketahui telah menghilang sejak Kamis (16/7/20) sekitar pukul 14.00 WIB ketika kelurga korban melapor ke Mapolsek Sekayu prihal hilangnya korban.

Data Terbaru Kasus Corona di Seluruh Kecamatan di Kota Palembang, Ilir Barat (IB) I Masih Tertinggi

Kapolsek Sekayu IPTU Ade Nurdin SH, mengatakan sebelum ditemukannya mayat atas nama Dedi Santoso pihaknya telah terlebih dahulu menerima laporan kehilangan pada kamis lalu.

Laporan yang pihaknya diterima prihal seseorang yang menghilang dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

“Pada saat meninggalkan rumah korban membawa senter dan serampang (lampu teplok), dengan tujuan mencari ikan. Lalu tadi malam kita menerima laporan bahwa telah di temukan seorang laki-laki yang sudah meninggal dunia di area persawahan dengan posisi telentang sekitar pukul 21.30 WIB,”kata Ade, Senin (20/7/20).

Rio Pambudi Tewas Dikeroyok Tetangga di Macan Lindungan, Pelaku Kabur, Ini Penjelasan dari Polisi

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, mendapatkan informasi tersebut tim langsung olah TKP dan diketahui mayat tersebut bernama Dedi Santoso yang telah meninggalkan rumah beberapa hari.

“Jasad korban langsung di evakuasi ke RSUD Sekayu guna dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, diduga kalau istilah orang-orang kena angin duduk karena dia mencari ikan pukul 02.00 WIB,”jelasnya.

Terpisah, Atok yang merupakan paman korban menyebutkan ia pergi dari rumah untuk cari ikan bawa lampun dan senter. Dirinya sangat terkejut jika keponakannya telah meninggal dunia.

“Dia pamit untuk cari ikan, kami tidak ada firasat apapun soalnya,”ujarnya. (dho/sp)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved