Corona di Palembang

Rumah Ibadah di Palembang Sudah Boleh Lakukan Kegiatan Keagamaan, Ada Syaratnya Tapi Tidak Sulit

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang, Deni Priansyah mengatakan, untuk mengurus surat permohonan ini tidak sulit seperti yang dike

Sriwijaya Post/Chairul Nisyah
Ilustrasi masjid - Suasana Masjid Agung Palembang pada hari pertama lebaran, tidak melaksanakan salat Ied, Minggu (24/5/2020) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang resmi memberikan restu bagi ribuan rumah ibadah di Palembang untuk mulai melaksanakan kegiatan keagamaan seperti biasa.

Namun, dengan catatan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, jaga jarak, dll wajib dilaksanakan.

Update Kamis 4 Juni Pagi, Hampir 600 Kasus Positif Covid-19 di Palembang, Berikut Sebarannya

Selain itu, pengurus rumah ibadah juga harus mengurus surat permohonan bila ingin melaksanakan ibadah secara berjamaah yang diajukan ke kelurahan, kecamatan, hingga gugus tugas kota Palembang.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang, Deni Priansyah mengatakan, untuk mengurus surat permohonan ini tidak sulit seperti yang dikeluhkan banyak pengurus masjid.

Objek Wisata Bukit Sulap Dan Air Terjun Temam Lubuklinggau Kembali Dibuka Besok

Sebaran Corona di Muratara, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang, 2 Bayi dan 1 Lansia 88 Tahun

Sebaran Corona di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel, Jubir : Kasus Baru Cenderung Menurun tapi Belum Bebas

Lantaran, pengurus bisa meminta ketua RT lalu kemudian ke pihak kecamatan.

Dengan membawa surat permohonan sebanyak satu lembar.

"Minta tolong RT saja dan tanpa biaya, itu kewajiban RT dan kewajiban kecamatan. Supaya sama-sama tanggung jawab," jelasnya, Kamis (4/6/2020)

Pengurusan surat permohonan dimaksudkan, agar pihak kecamatan/kelurahan bisa memberikan rekomendasi kepada pengurus rumah ibadah, termasuk soal penyebaran Covid-19 di wilayah di sekitar rumah ibadah bersangkutan.

Apabila terdapat kasus Covid-19, maka pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada pengurus sehingga untuk sementara waktu kegiatan keagamaan seperti sholat Jumat berjamaah untuk ditunda sementara sampai kondisi memungkinkan.

"Paling lama 1x24 jam surat rekomendasi dari kami bisa diterima jika dinyatakan aman, silakan melaksanakan kegiatan keagamaan seperti biasa tapi protokol kesehatan wajib diterapkan, termasuk misal bawa sajadah sendiri," jelasnya.

Bila dalam kondisi sedang tidak sehat, kata Deni diharapkan masyarakat menunda dulu melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Sebagai langkah untuk pencegahan kasus Covid-19. (Cr26/sp)

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved