New Normal di Pagaralam

Presiden Bolehkan Pagaralam Terapkan New Normal, ASN Tak Lagi WFH tetapi Sekolah Butuh Kajian

Pagaralam bersama PALI, Empat Lawang dan OKU Selatan menjadi empat daerah di Sumsel yang boleh menerapkan rencana New Normal

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Wawan Septiawan
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pagaralam yang juga sekaligus Sekda Pagaralam, Samsul Bahri Burlian 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang dinyatakan berada dalam zona hijau untuk menerapkan kenormalan baru (new normal).

Pagaralam bersama PALI, Empat Lawang dan OKU Selatan menjadi empat daerah di Sumsel yang boleh menerapkan rencana New Normal tersebut.

Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam mulai menyusun langkah-langkah dalam penerapan hal tersebut.

Sebelumnya Pemkot bersama organisasi keagamaan di Kota Pagaralam sudah membuka masjid untuk pelaksanaan salat berjamaah.

Hal ini mendapat respon baik masyarakat Pagaralam dengan telah diizinkan kembali solat berjamaah dimasjid meskipun tetap harus mentaati aturan protokol Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pagaralam yang juga sekaligus Sekda Pagaralam, Samsul Bahri Burlian, Minggu (31/5/2020) mengatakan, Pemkot sudah membuat skema dalam penerapan New Normal di Pagaralam.

"Kita sudah punya skema penerapannya. Kita sudah melonggarkan aturan solat berjamaah di masjid. Bahkan kita sudah menggelar rapat dengan tokoh-tokoh agama terkait kembali diizinkannya kegiatan keagamaan berjamaah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemkot akan segera mencabut kegiatan Work From Home (WFH) bagi seluruh ASN dilingkungan Pemkot Pagaralam.

Jadi semua ASN akan kembali kerja di kantor masing-masing.

"Mulai tanggal 4 Juni 2020 kerja dirumah kita cabut untuk ASN. Jadi tanggal 5 Juni semua ASN sudah bekerja normal kembali dikantor."

"Namun tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 yaitu tetap menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan," jelasnya.

Namun pihaknya menegaskan, untuk kegiatan belajar mengajar disekolah masih belum bisa dilakukan.

Pasalnya masih harus ada kajian agar tidak ada penuluaran Covid-19 di sekolah.

"Untuk kegiatan sekolah masih tetap dilakukan dirumah. Karena masih harus ada kajian dari pihak terkait," katanya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved