Corona di Sumsel

APD Tak Sesuai Standar, Penyebab Banyak Tenaga Medis di Poli dan IGD Positif Corona

Permasalahan kompleks terkait Alat Pelindung Diri (APD) dinilai menjadi salah satu faktor penyebab dari banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar covid

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
istimewa
Foto ilustrasi : Para medis menggunakan APD sederhana tetap memberikan pelayanan kepada pasien 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Banyak tenaga medis di Sumatra Selatan (Sumsel) tertular virus Corona.

Bukan hanya terjadi di Palembang, namun juga terjadi di Prabumulih, OKU, hingga Lubuklinggau.

Kasus terbaru 28 orang tenaga medis di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dinyatakan positif.

"Rincian yang positif yaitu 23 dari tenaga kesehatan (nakes) dan 5 orang dokter yang praktek di RSMP," ujar Direktur RS Muhammadiyah Palembang, Dr H Pangestu Widodo, Jumat (15/5/2020).

Permasalahan kompleks terkait Alat Pelindung Diri (APD) dinilai menjadi salah satu faktor penyebab dari banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang DR.dr. Zulkhair Ali, SpPD mengatakan, selain ketersediaan, penggunaan APD yang tidak sesuai standar nyatanya juga bisa menjadi faktor penularan Covid-19 bagi para tenaga kesehatan.

Tenaga Medis di Sumsel Terpapar Corona, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Usah Takut ke Rumah Sakit

"Jadi, masalah APD memang sangat kompleks dan tidak sederhana. Persoalan ini tidak hanya dialami Indonesia saja, bahkan negara adikuasa seperti Jerman dan Amerika juga mengalami hal yang sama," ujarnya, Jumat (15/4/2020).

Dikatakan Zulkhair, di tengah terbatasnya ketersediaan APD, sedari awal peran masyarakat dalam mendukung tugas para tenaga medis sudah begitu besar.

Termasuk dengan gerakan menyumbang APD bagi para tenaga medis.

Namun nyatanya sebagian besar APD yang diberikan itu tidak sesuai standar kesehatan.

Sebab pada dasarnya, APD sesuai standar dibuat berdasarkan bahan khusus yang dijual dengan harga minimal Rp500 ribu hingga Rp1 juta per satu set.

Kasus Covid-19 di Sumsel Terus Meningkat, Jubir : Harus Dicermati dan Jangan Ditakuti

Dan idealnya APD tersebut hanya untuk digunakan satu kali pakai.

"Saya pribadi sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat luas terhadap keselamatan tenaga medis. Tapi faktanya memang sebagian besar APD yang disumbangkan itu tidak standar."

"Kita semua tahu sudah banyak tukang jahit, konveksi ataupun UMKM yang membuat APD. Dari segi bentuk itu memang bagus. Tapi kalau dari segi standar, jelas sangat tidak sesuai," ujarnya.

Meskipun begitu, Zulkhair menuturkan, pada umumnya tenaga kesehatan yang bertugas di tempat penanganan inti Covid-19 sudah menggunakan APD sesuai standar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved