PSBB Resmi Diterapkan Anies Baswedan di Jakarta, Begini Nasib Para OJol, Tak Boleh Angkut Penumpang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan aturan untuk ojek online selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari seja

Tribunnews.com
Anies Baswedan. 

TRIBUNSUMSEL.COM,JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan aturan untuk ojek online selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari sejak 10 April 2020.

Menurut Anies, jika merujuk aturan yang ada di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 terkait tata laksana pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mitra ojek online tidak boleh mengangkut penumpang, namun masih boleh mengangkut barang.

\"Untuk delivery, barang itu confirmed, boleh. Kendaraan roda empat, untuk membawa penumpang itu boleh, tapi dibatasi penumpangnya,\" ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Selasa (7/4/2020) malam.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, menyebutkan pengemudi ojek online (ojol) nantinya tak diizinkan untuk mengangkut penumpang. Angkutan roda dua berbasis aplikasi hanya dibolehkan untuk mengangkut serta mengirim barang.

Menyikapi kebijakan ini, perusahaan ojek online PT. Gojek Indonesia memberikan tanggapan. Gojek mengaku akan mematuhi peraturan yang ditetapkan pemerintah Indonesia dalam upaya penanggulangan Covid-19 atau virus corona.

\"Pada prinsipnya, kami selalu berupaya untuk mematuhi regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak Covid-19. Saat ini kami sedang mengkaji dan berdiskusi lebih lanjut bersama dengan pemerintah terkait implementasi peraturan ini,\" ujar Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek Indonesia melalui pesan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memegang kendali pengenuh terkait penanganan COVID-19 di Ibukota Jakarta.

Setelah proses pengusulan disetujui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto  mengenai status pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk DKI Jakarta.

Persetujuan tersebut diberikan Menkes Terawan setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

Menkes Terawan telah menandatangani surat persetujuan PSBB untuk menangani pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) itu pada Senin (6/4/2020) malam.

Halaman
1234
Editor: Moch Krisna
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved