Untuk Foya-foya & Beli Motor, 3 ASN RSUD Pagelaran Cianjur Nekat Curi Ratusan Masker

Kami sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan ASN tersebut dengan dalih untuk makan padahal untuk foya-foya," katanya saat dihubungi Kamis

(KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
3 pegawai RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat nekat curi ratusan masker di Rumah Sakit 

Akan tetapi para ahli mengatakan sebagian besar tetap tak berubah selama dekade terkahir.

Yang menjadi kekhawatiran adalah kenyataan bahwa sebagian besar fasilitas untuk mengatasi limbah medis yang dibangun pada masa wabah SARS 17 tahun lalu saat ini mendekati akhir masa operasinya.

China sendiri dikenal sebagai pencemar dan penghasil sampah terbesar di dunia dengan 2 juta ton limbah medis pada 2018.

Petugas medis membawa pasien ke dalam ruang isolasi Gedung Pinere RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan menerima total 31 pasien dengan status dalam pemantauan dan pengawasan berkaitan dengan virus Covid-19 atau virus Corona dan saat ini masih diobservasi secara intensif.
Petugas medis membawa pasien ke dalam ruang isolasi Gedung Pinere RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan menerima total 31 pasien dengan status dalam pemantauan dan pengawasan berkaitan dengan virus Covid-19 atau virus Corona dan saat ini masih diobservasi secara intensif. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Akan tetapi belum mengeluarkan standar terkait pengendalian pencemaran khusus untuk limbah klinis.

Menurut Southern Metropolis Daily sebagaimana dikutip SCMP, Wuhan menghasilkan lebih dari 200 ton limbah medis pada 24 Februari, naik dari 109 ton pada lima hari sebelumnya.

Menurut Ketua Pejabat di Kementerian Lingkungan, angka tersebut jauh melebihi 50 ton sehari yang bisa ditangani oleh fasilitas pembuangan limbah medis khusus kota.

Eric Liu, seorang spesialis limbah beracun di kantor Greenpeace Beijing mengatakan China memiliki kekurangan besar dalam fasilitas pembuangan limbah.

Khususnya yang mampu menangani limbah klinis.

Menurut Liu, pembuangan masker bisa dikategorikan menjadi tiga.

Masker dari orang yang positif terinfeksi seharusnya dibuang di fasilitas pembakaran khusus

Kedua, masker yang digunakan orang sehat bisa diatasi dengan cara yang sama dengan mengatasi limbah rumah tangga yang dibakar di tungku industri.

Akan tetapi tantangannya adalah limbah yang digunakan oleh orang-orang yang ditempatkan di bawah karantina rumah atau orang lain dengan gejala ringan.

"Ada area abu-abu di atas masker bekas semacam ini, yang tidak berada di bawah yurisdiksi institusi medis tetapi harus diperlakukan sesuai dengan standar untuk limbah medis." imbuhnya.

 Limbah medis keliling

Permasalahan limbah medis tengah diupayakan diatasi.

China bergegas melakukan pembangunan pabrik pengolah limbah di dekat tiga rumah sakit darurat.

Selain itu, China juga membangun 17 fasilitas penyimpanan sementara untuk limbah medis dengan kapasitas gabungan lebih dari 1.000 ton.

Pihak berwenang juga memindahkan sebagian sampah yang diproduksi di Wuhan ke kota-kota tetangga untuk pembakaran,

Selain itu juga tengah dilakukan upaya meminta bantuan dari perusahaan-perusahaan pengolahan limbah di seluruh negeri.

China Shipping Group dan sebuah perusahaan di Anhui mengerahkan sejumlah kabin insinerasi limbah medis keliling Wuhan pada bulan lalu.

"Pembuangan limbah medis adalah bagian utama dari perang melawan wabah, yang merupakan seruan bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan fasilitas baru dan meneliti teknologi pengolahan limbah," kata Du Huanzheng, Direktur Institut Ekonomi Daur Ulang di Universitas Tongji di Shanghai.

Saat ini pembakaran menjadi cara yang disukai untuk mengatasi limbah medis di China, sementara negara-negara industri lain menghapus insinerator karena masalah kesehatan dan lingkungan.

Sementara itu, upaya penggunaan masker secara efektif juga dilakukan oleh penduduk Wuhan di mana mereka dilarang meninggalkan rumah mereka tanpa izin.

"Kami tidak memiliki kemewahan untuk mengganti masker kami setiap hari sehingga kami telah belajar untuk menjaga konsumsi kami seminimal mungkin," kata penduduk setempat, Chen Hao.

Akan tetapi dia mengaku tak khawatir dengan hal tersebut. Menurutnya banyak pula orang di sekitarnya yang melakukan hal yang sama

"Saya bukan satu-satunya yang mencoba menggunakan masker selama mungkin dan mungkin sebagai hasilnya, saya tidak melihat banyak topeng dibuang di tempat sampah yang ditunjuk di perkebunan saya," kata dia.

Chen mengatakan dia biasanya mengikuti instruksi para ahli untuk memotong masker bekasnya menjadi bentuk potongan-potongan sebelum membuangnya untuk menghindari masker-masker tersebut dijual kembali. (Kompas.com/ Nur Rohmi Aida)

Sumber: Masker Bekas Menumpuk, China Berjuang Atasi Tumpukan Limbah Medis akibat Epidemi


Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved