Rumah Sakit Diduga Tahan Bayi

Bayi 4 Bulan Ditahan Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Prabumulih Akui Tak Bisa Apa-apa

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo melalui Sekretaris dr Hesty Widianingsih mengungkapkan pihaknya tidak bisa berbuat a

Bayi 4 Bulan Ditahan Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Prabumulih Akui Tak Bisa Apa-apa
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Febriyanto, ayah bayi Delfa Barqi Abbasy menunjukka foto bayinya yang diduga ditahan rumah sakit 4 bulan. Insert foto Delfa Barqi Abbasy . 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo melalui Sekretaris dr Hesty Widianingsih mengungkapkan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah terkait bayi yang ditahan pihak rumah sakit swasta karena orang tua bayi belum bisa membayar administrasi.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah, karena memang saat ini bayi dalam keadaan sudah sehat dan rumah sakit sudah mempersilahkan membawa pulang dengan catatan asal administrasi dibayar," ungkap Hesty ketika dihubungi wartawan melalui telpon, Senin (13/01/2020).

Hesty menuturkan, pihak dinas kesehatan sendiri sebelumnya telah membantu sebesar Rp 3 juta dari dana pribadi dan sumbangan seluruh pegawai disebabkan untuk membantu secara kedinasan tidak ada regulasi yang memperbolehkan.

"Kenapa tidak bisa kita bantu karena bayi sudah tidak lagi dalam perawatan medis tapi sudah sehat, kecuali ketika dua atau tiga hari setelah dilahirkan atau ketika menjalani perawatan menghubungi kita maka bisa kita upayakan bantuan," katanya.

Lebih lanjut Hesty menuturkan pihak keluarga dengan dibantu salah satu lembaga sosial masyarakat memberitahu dan menghubungi pihaknya setelah perawatan selesai dan tinggal penyelesaian biaya rumah sakit.

Breaking News: Tak Mampu Bayar Tunggakan, Bayi 4 Bulan Diduga Ditahan Rumah Sakit di Prabumulih

"Kalau saat dirawat tentu akan kita upayakan bantuan melalui program-program kesehatan, sekarang ini sudah sehat tapi tidak ditebus keluarga dan kita tidak ada regulasi mengeluarkan anggaran untuk itu, makanya kita sumbangan secara pribadi memberikan bantuan," katanya.

Disinggung mengapa Dinas Kesehatan tidak menjamin bayi agar bisa dibawa pulang sembari orang tua mencicil, Hesty menuturkan pihak rumah sakit mengungkapkan kepada dinas kesehatan kasus semacam itu sudah sering terjadi dan pihak keluarga tidak bertanggungjawab.

"Menurut mereka orang tua bayi ini susah dihubungi dan tidak ada yang mau menjamin, rumah sakit ini swasta dan mereka mempunyai tuntutan untuk manajemen apalagi katanya bisa dicicil asal ada yang jamin, kita sendiri tidak bisa berbuat apa-apa tapi kita akan upayakan meminta bantuan donatur-donatur," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat orang tua tak bisa menebus biaya berobat sang anak yang mencapai Rp 34 juta, seorang bayi berumur 4 bulan ditahan pihak rumah sakit Fadillah kota Prabumulih dan tak boleh dibawa pulang keluarganya.

Bayi malang tersebut yakni Delfa Barqi Abbasy kelahiran 23 September 2019 lalu dan merupakan anak dari pasangan Febriyanto (27) dan Yul Armi Kurniati (23), warga Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Akibat keterbatasan biaya untuk menebus sang bayi, Febryanto dan istri terpaksa menahan rindu berhari-hari untuk menggendong si buah hati.

Tak hanya itu, kedua pasangan yang merupakan keluarga tidak mampu itu terpaksa harus bolak balik Rumah Sakit untuk melihat sang anak Delfa Barqi Abbasy.

Ironisnya, akibat tak memiliki uang bahkan keduanya pasangan itu terpaksa mengemis meminta donatur dan mencari dermawan untuk mengumpulkan uang agar bisa menebus sang buah hati.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved