Rumah Sakit Diduga Tahan Bayi

Breaking News: Tak Mampu Bayar Tunggakan, Bayi 4 Bulan Diduga Ditahan Rumah Sakit di Prabumulih

Bayi malang tersebut yakni Delfa Barqi Abbasy kelahiran 23 September 2019 lalu. Hingga kini belum bisa dibawa pulang oleh orangtuanya

Breaking News: Tak Mampu Bayar Tunggakan, Bayi 4 Bulan Diduga Ditahan Rumah Sakit di Prabumulih
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Febriyanto, ayah bayi Delfa Barqi Abbasy menunjukka foto bayinya yang diduga ditahan rumah sakit 4 bulan. Insert foto Delfa Barqi Abbasy . 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Akibat orangtua tak bisa menebus biaya berobat sang anak yang mencapai Rp 34 juta, seorang bayi berumur 4 bulan ditahan pihak rumah sakit F di kota Prabumulih dan tak boleh dibawa pulang keluarganya.

Bayi malang tersebut yakni Delfa Barqi Abbasy kelahiran 23 September 2019 lalu dan merupakan anak dari pasangan Febriyanto (27) dan Yul Armi Kurniati (23), warga Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Akibat keterbatasan biaya untuk menebus sang bayi, Febryanto dan istri terpaksa menahan rindu berhari-hari untuk menggendong si buah hati.

Tak hanya itu, kedua pasangan yang merupakan keluarga tidak mampu itu terpaksa harus bolak-balik rumah sakit untuk melihat sang anak Delfa Barqi Abbasy.

Ironisnya, akibat tak memiliki uang bahkan keduanya pasangan itu terpaksa mengemis meminta donatur dan mencari dermawan untuk mengumpulkan uang agar bisa menebus sang buah hati.

Kepada wartawan Febriyanto menceritakan, anaknya Delfa Barqi Abbasy lahir dengan kakak kembarannya Dilfa yang lebih dulu dipanggil sang maha kuasa.

Kelahiran kedua anak kembarnya itu dalam keadaan prematur atau Sepsis Neonatorum yang disebabkan oleh Virus dan Bakteri sehingga kedua bayi harus dirawat intensif di dalam inkubator agar bisa bertahan hidup di luar rahim dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Diduga akibat perawatan intensif itulah yang membuat biaya perawatan dua bayi kembar tersebut membengkak mencapai Rp 34 juta.

Sementara Febriyanto hanya mengandalkan keuangan dari menjadi kuli bangunan sehingga untuk makan saja susah apalagi untuk membayar biaya rumah sakit.

Halaman
123
Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved