Pelajar SMP Diperkosa Pacar

BREAKING NEWS, Siswi SMP di PALI Diperkosa Pacarnya, Kondisinya Sekarang Drop

Tragis nasib seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi pelajar SMP di PALI diperkosa pacar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Tragis nasib seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Mawar (bukan nama sebenarnya) 13 tahun, harus mengalami tindakan asusila dari teman laki-lakinya inisial B (DPO).

B tercatat sebagai salah satu siswa kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Talang Ubi, PALI.

Kejadian tersebut diketahui saat Mawar didampingi orang tuanya melaporkan kejadian tindakan pemerkosaan tersebut ke Polsek Talang Ubi Polres PALI.

Kapolres PALI, AKBP Yudhi Suharyadi melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Aipda Hairil Rozi membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga.

MK Tolak Gugatan AW Noviadi, KPU Ogan Ilir Segera Koordinasi dengan KPU Sumsel

Menurut Rozi, kronologi kejadian tersebut, saat korban (Mawar) bertemu dengan pacarnya pada, Senin (16/12/2019) di Lapangan Gelora sekitar pukul 16.00 WIB.

"Korban lalu dicekoki minuman keras dari pacarnya, sehingga tidak sadarkan diri," ungkap Rozi, Rabu (18/12/2019).

Kemudian, pada Senin malam, lanjut Rozi, orang tua Mawar mendapat laporan dari teman wanitanya, bahwa anaknya berada di kawasan Pahlawan Kecamatan Talang Ubi.

"Senin malam orang tuanya langsung menjemput mawar. Dan pukul 11 malam, keluarga melaporkan ke Polsek Talang Ubi. Kemudian setelah di visum pada celana dalam korban masih ditemukan bercak darah," ujarnya.

Lantaran, kondisi korban masih drop, pihaknya berkoordinasi dengan psikolog di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten PALI.

Kasus Narkotika Terbanyak di Ogan Ilir, Kejari Musnahkan Barang Bukti Narkotika Hingga Sajam

"Kita masih terus melakukan pengembangan dan mencari pacar korban. Mereka sama-sama masih di bawah umur," tambahnya.

Sementara itu, dikonfirmasi ke orang tua Mawar yang namanya enggan disebutkan, berkata bahwa anaknya saat ini tidak bisa ditemui.

"Nanti saja ya mas, kami mau mendiskusikan ini dengan keluarga kami. Kami belum mau komentar apa-apa," ungkap orang tua kandung Mawar. (SP/ Reigan).

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved