Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Wisatawan Menurun, Vila dan Hotel Sepi Dampak Kemunculan Harimau di Gunung Dempo

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Vila dan hotel di Pagaralam sepi pengunjung dampak kemunculan harimau beberapa hari lalu

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Wawan Septiawan
Tampak salah satu vila dan Hotel di kawasan Gunung Dempo yang sepi pengunjung dampak munculnya Harimau di Tugu Rimau beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Vila dan hotel di Pagaralam sepi pengunjung dampak kemunculan harimau beberapa hari lalu.

Harimau terekam kamera berkeliaran di areal objek wisata kebun teh Gunung Api Dempo (GAD), tepatnya dikawasan Tugu Rimau Kota Pagaralam.

Bukan saja kunjungan wisata ke Kota Pagaralam yang menurun, berita tentang munculnya hewan buas asli Sumatera ini juga berdampak pada berkurang tingkat hunian vila dan hotel dikawasan Wisata Gunung Dempo tersebut.

Hal ini dikeluhkan para pelaku usaha pariwisata karena banyak tamu mereka membatalkan kunjungan berwisata ke kota Pagaralam dikarenakan takut.

Hindari Serangan Harimau, Polres Pagaralam Larang Perkemahan di Tugu Rimau Gunung Dempo

Pengelolah villa DAW eks MTQ, Ramadian membenarkan bahwa sejak isu kemunculan Harimau di kebun teh Gunung Dempo banyak wisatawan dari luar daerah yang membatalkan niatnya untuk berwisata ke Pagaralam.

"Kemunculan Harimau ini berdampak pada menurunnya tingkat hunian Villa dan Hotel. Bahkan ada calon penghuni yang membatalkan kunjungannya," katanya.

Dirinya berharap, agar instansi terkait membantu dan mensosialisasikan kepada wisatawan bahwa areal kebun teh Gunung Dempo sudah aman dari Harimau.

"Yang dilarang itu area Tugu Rimau bukan wisata kebun teh. Kami minta pihak terkait untuk segera mensosialisasikan hal ini agar tidak membuat wisatawan takut," ungkapnya.

Lanjutnya, berdasarkan data yang ada selama isu kemunculan Harimau tersebut Villa yang dikelolanya sama sekali tidak ada pengunjung meskipun di hari libur.

Mengenal Sejarah Sistem Lelang Lebak Lebung di Sumsel, Ada Sejak Zaman Kesultanan Palembang

"Untuk pengguna media sosial janganlah memberikan informasi yang salah serta tidak melebih lebihkan terkait kemunculan Harimau yang terlihat di Tugu Rimau karena berdampak bagi para pelaku usaha wisata di Pagaralam," harapnya.

Pihak BKSDA Lahat, Martialis mengatakan, pihaknya sudah tidak lagi menemukan jejak Harimau yang baru sejak 18 November 2019 lalu.

"Meskipun tidak kita temukan lagi jejak Harimau, namun tim kita tetap melakukan patroli disejumlah titik yang kita anggap rawan kemunculan Harimau," katanya. (SP/ Wawan Septiawan0

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved