Berita Prabumulih

Heboh Telur Busuk Teror Warga Prabumulih, Dijual Bebas Tak Layak Konsumsi, Polisi Buru Pengedarnya

Heboh Telur Busuk Teror Warga Prabumulih, Dijual Bebas Tak Layak Konsumsi, Polisi Buru Pengedarnya

Penulis: Edison |
Tribun Sumsel/ Edison
Pemerintah Kota Prabumulih mengecek telur yang disebut warga palsu. Ternyata itu adalah telur bekas yang gagal menetas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sejak beberapa hari warga Prabumulih resah dengan beredarnya telur busuk tak layak konsumsi.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya peredaran telur palsu yang viral di kota Prabumulih.

"Kita akan melakukan penyelidikan terkait adanya informasi tersebut dan kalau kita lihat secara visual itu bukan palsu namun kemungkinan sudah lama atau tidak bagus lagi," ungkap Kasat, Rabu (27/11/2019).

Korupsi Muaraenim: Bahkan Ajudan Bupati Muaraenim Disebut Bisa Pinjam Uang Sampai Rp 238 Juta

Saksi Sidang Korupsi Muaraenim : Ahmad Yani dan Juarsah Dapat Satu Kardus Berisi Uang

Dari hasil menyatakan telur tersebut bukan palsu namun sudah lama, tidak bagus dan tak layak konsumsi, disebabkan kalau palsu maka antara cangkang dan isi dalam tidak sesuai.

"Kita akan menemui sumber lebih dahulu seperti apa penjelasannya, dari mana didapat dan bagaimana kondisinya, kalau secara visualisasi di video viral beredar itu dikatakan palsu harus ada hasil dari laboratorium yang akan menentukan termasuk apa kandungan di dalamnya," katanya.

Polres Prabumulih berharap Dinas Pertanian Bidang perternakan dan kesehatan hewan, ketahanan pangan dan perdagangan serta lainnya untuk berkoordinasi dengan pihaknya sehingga bisa melakukan penarikan peredaran telur.

"Apa yang disampaikan tak layak konsumsi itu benar, kami siap mendampingi melakukan penarikan namun untuk lanjut ke proses penyelidikan kita harus pastikan lebih dahulu,

Apakah penjual tidak paham atau memang sengaja diedarkan," bebernya pihaknya perlu hati-hati dalam penanganan masalah itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved