Bencana Kabut Asap

Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Palembang Sore Ini, BMKG Prediksi Berpotensi sampai Besok

Tebalnya kabut asap sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (5/11/2019)

Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Foto ilustrasi : Kabut asap di Sumsel 

BMKG Sumsel mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari (04.00-08.00 WIB).

Dua Buronan Pembunuh dan Pengecor Mayat ASN Diimbau Segera Menyerah, Ketimbang Ditembak

Serta, seiring potensi adanya partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang, disarankan untuk mengkonsumsi banyak air saat beraktifitas di luar rumah.

Gunanya untuk menjaga kesehatan dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari dengan temperature maksimum 35°C. Sebab posisi matahari berada di sekitar ekuator (khatulistiwa).

"Untuk itu diimbau pula bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan. Sebab musim kering seperti saat ini sangat mudah terjadi kebakaran," ujarnya.

Cuaca Panas

Sementara Kepala BMKG Stasiun Kenten, Nuga Putranjito menjelaskan, kondisi panas ini dikarenakan asalnya fenomena Tropical Siklon Nakri di Laut China Selatan, sehingga menyebabkan konsentrasi uap air tersedot ke arah sana.

"Makanya kelembaban udara relatif rendah (kering) akibat dari fenomena ini, tidak ada tutupan awan khususnya di atas Sumatera Selatan, Suhu udara di Stasiun Klimatologi Palembang pada jam 15.00 wib tercatat 36,8°C" jelasnya.

Kemudian, kata Nuga, Posisi matahari di Selatan Equator juga menjadi indikator cuaca terik yang terjadi beberapa waktu terakhir yang mengakibatkan wilayah selatan mendapatkan radiasi matahari lebih tinggi dari pada sebelah utara equator.

"Pengaruh keduanya posisi matahari dan tidak adanya tutupan awan, suhu udara meningkat, makanya terjadi panas yang cukup menyengat," jelasnya.

Peristiwa ini kata Nuga akan meluruh seiring nanti hilangnya TC NAKRI di Laut China Selatan yg diperkirakan akan hilang pada 11 November 2019.

"Seiring dengan hilangnya TC NAKRI tersebut, diprediksi akan terjadi curah hujan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia termasuk Sumatera Selatan
Perlu diwaspadai hujan lebat yang tiba2 disertai petir dan angin kencang," ujarnya.

BMKG pun mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi kegiatan di luar ruangan yang langsung terpapar matahari, banyak minum air untuk menghindari dehidrasi.

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved