Prediksi Kabinet Jokowi Amin

Golkar Sumsel Anggap Alex Noerdin dan Anis Saggaff Layak Jadi Menteri

Pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Maruf Amin bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2014

Golkar Sumsel Anggap Alex Noerdin dan Anis Saggaff Layak Jadi Menteri
IST
H Alex Noerdin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG --- Pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Maruf Amin bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2014 pada Rabu, 20 Oktober 2019 mendatang.

Setelah dilantik, Jokowi dan Maruf Amin dipastikan bakal mengumumkan susunan kabinetnya menggantikan Kabinet Kerja saat ini.

Kabinet Jokowi dan Maruf Amin mendatang dipastikan bakal muncul wajah baru, meski sebagian di antaranya diperkirakan bakal tetap berisi wajah lama atau menteri yang saat ini menjabat.

Sripoku.com mencoba menanyakan kepada Partai Golkar sebagai salah satu koalisi partai pengusung tentang siapa tokoh politik, akademisi, prakrisi Sumsel yang dinilai layak masuk dalam jajaran kabinet tersebut.

Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Ir Herpanto awalnya mengatakan, pastinya siapapun untuk menduduki suatu jabatan berdasarkan potensi seseorang.

Giri Ramanda Kiemas Berharap Tetap Ada Wong Sumsel Masuk Kabinet Jokowi-Amin

"Pasti dilihat dari latar belakang, pengalaman baik di dalam pemerintahan, maupun profesi. Itu pertimbangan untuk menjadi Menteri," ungkap Herpanto, Jumat (4/10/2019).

Menurut mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumsel ini, tokoh ataupun putera terbaik dari Sumsel cukup banyak yang berpotensi dan berpengalaman.

"Kalau dari segi pemerintahan ada Ir H Alex Noerdin SH. Pak Alex sudah dua periode menjabat Gubernur Sumsel. Kemudian kalau dari akademisi ada Prof Anis Saggaff yang terpilih kembali menjadi Rektor Unsri," kata Herpanto.

Meski demikian, seperti diketahui saat ini Alex Noerdin baru saja diambil sumpah dan jabatannya menjadi anggota DPR RI dan berkantor di Senayan. Begitu pula Anis Saggaff baru saja kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Sriwijaya.

"Semuanya kembali kepada personalnya masing-masing. Tergantung lembaganya sekarang ini membutuhkannya. Sebaliknya kalau ada signal tanda-tanda karena dinilai memenuhi kriteria dan lembaganya mendorang, bisa saja," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved