Breaking News:

Bus Rosalia Indah Kecelakaan

8 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Rosalia Indah Sudah Dijemput Keluarganya

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas Bus Rosalia Indah dengan truk pengangkut CPO diwilayah Waykanan Lampung yang dibawa ke RSUD Marta

ISTIMEWA
Peristiwa tabrakan maut antara truk vs bus Rosalia Indah terjadi di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Lampung, Sumatera, Senin, 16 September 2019 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas Bus Rosalia Indah dengan truk pengangkut CPO diwilayah Waykanan Lampung yang dibawa ke RSUD Martapura sebanyak delapan orang sudah dibawa keluarganya ke rumah duka masing-masing.

Demikian diungkapkan direktur RSUD dr Dedy Damhudi Selasa (17/9/2019).

Menurut Dedy keluarga korban kecelakaan menjemput korban menggunakan ambulance yang dibawa langsung dari kampung halaman masing-masing atau dari wilayah terekat keluarga korban kecelakaan.

Sedangkan untuk korban selamat kata dia, beberapa orang masih dirawat di RSUD dan sebagian lainnya dirujuk ke RSUD tersekat.

"Ada juga yang langsung pulang karena memang tidak mengalami cidera parah dan hanya mengalami trauma akibat kejadian tersebut," katanya.

Kecelakaan maut tejadi di ruas jalan lintas tengah Sumatera Kecamatan Waytuba, Kabupaten Waykanan Lampung Senin (16/9/2019) antara Bus Rosalia Indah Amin Saifudin (49) warga Salatiga Jateng dengan truk tangki minyak sawit CPO BE 9291YZ yang dikemudikan oleh Joko.

Berdasarkan informasi korban meninggal dunia sebanyak delapan orang yang masuk ke RSUD Martapura. Sementara korban luka-luka sebanyak sebanyak 19 orang yang langsung dibawa ke RSUD Martapura.

Informasinya, kecelakaan berawal ketika bus Rosalia Indah dengan nomor polisi (Nopol) AD 1666 CF melaju dari arah Bandar Lampung menuju Muaraenim.

Sementara dari arah berlawanan melaju truk tangki bermuatan CPO yang langsung dihantam oleh Bus Rosalia yang sebelumnya sempat oleng ketika menikung sehingga badan bus menghantam truk pembawa CPO dan menyebabkan puluhan penumpang terluka serta sedikitnya delapan orang meninggal dunia.

"Sopir truk CPO meninggal dunia ketika dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan," ungkap salah satu sumber ketika ditemui di RSUD Martapura.

Adapun korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi ke RSUD Martapura sebanyak delapan orang masing-masing Mujani warga Kabupaten Blitar, Sarpan warga kabupaten Ngawi Jawa Timur, Susanto warga Wonosegoro Boyolali, Slamet Riadi warga Kediri, Wasidi warga blitar Joko warga Lamoung tengah, Suparti warga Nganjuk dan satu korban lagi belum terindentifikasi.

Berdasarkan keterangan sopir bus Rosalia Indah Amin Saifudin (49) warga Salatiga Jateng ketika dikonfirmasi di RSUD Martapura mengatakan dirinya mengendarai mobil dari arah Lampung ke Muaraenim setibanya di lokasi kejadian bertepatan dengan turunan dan tikungan mobil mengalami oleng dan menghantam truk cpo yang sedang melaju sehingga menyebabkan mobil langsung terguling.

"Mobil oleng kemungkinan disebabkan oleh aspal yang keriting. Ketika mobil berbelok mobil oleng dan langsung menghantam truk CPO," katanya ketika diwawancarai.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Lantas didampingi Kanit Laka IPTU Kahar membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban laka lantas selain dibawa ke puskesmas dan RSUD wilayah Lampung juga dibawa ke RSUD Martapura.

"Korban yang dibawa ke RSUD Martapura berjumlah 27 orang dengan rincian delapan orang meninggal dunia dan 19 orang mengalami luka dan sedang dalam perawatan intensif," katanya. (Sriwijaya Post/Evan Hendra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved