Sang Anak Bobol Bank BUMN Rp 16 Miliar, Orangtua tak Percaya, 'Uang 20 Ribu Dia Masih Minta Saya'

Petengho (71) tak percaya putranya, Riki Fernando (23), mahasiswa di Palembang, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri atas sangkaan

Kompas.tv
Mahasiswa Pembobol Rekening Bank di Palembang 

Kudo merupakan platform yang menyediakan sejumlah barang untuk bagi penggunanya.

Aplikasi ini pun membolehkan penggunanya menjadi reseller dari produk-produk ternama.

"Dari hasil kejahatan tersebut, pelaku membeli beberapa properti, antara lain sebuah mobil, kemudian laptop, jam tangan, dan alat komunikasi," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebuah mobil, handphone, dan perhiasan yang dibeli menggunakan hasil pembobolan bank.

Para tersangka dijerat Undang-Undang ITE dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan pidana penjara paling lama 6 tahun serta denda maksimal Rp 1 miliar.

Kompol Ronald Sipayung mengungkapkan masih terus melakukan analisa data dari bank dan melakukan pengejaran pada beberapa sindikat pembobol bank tersebut.

Orangtua Riki Fernando, Potengho, yang seharinya bekerja sebagai tukang bersih Kelenteng, tidak menyangka kalau putranya itu terlibat kasus tersebut.

Lanjut Potengho, peristiwa penangkapan itu terjadi sekitar Juli lalu saat Riki sedang bekerja di salah satu perusahaan yang berada di wilayah 3 Ilir Kota Palembang.

"Ketika itu dia sedang kerja, tiba-tiba ditangkap polisi, katanya dari Mabes Polri, sekitar dua hari atau sesudah bulan Juli lalu, kalau harinya Senin," terangnya sambil meneteskan air mata yang sesekali diusapnya.

Disampaikannya juga, sejak dua bulan terakhir Riki masih di tahan di Mabes Polri.

Kalau mengingat anaknya itu, Petengho dan istrinya selalu menangis.

"Dulu saat dia kuliah di Universitas yang ada di jalan Rajawali, saya selalu antar jemputnya. Sekali lagi kami sungguh tidak menyangka peristiwa ini terjadi," ucapnya.

Petengho kebingungan untuk pergi ke Jakarta guna mengetahui kondisi anaknya tersebut.

"Terakhir dia kasih kabar, katanya mau dioper ke Lapas Pakjo, tapi belum tahu kapan, karena di sana masih di proses," katanya.

"Kami pun bingung mau ke sana karena tidak ada biaya, semoga dia sehat saja di sana," harap Petengho.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved