Kambing Bermata Satu

Heboh Anak Kambing Lahir Bermata Satu, Ini Penjelasan Dokter Hewan

Seekor kambing melahirkan dua anak kambing satu dalam keadaan normal dan satu lagi memiliki kelainan yakni bermata satu

Heboh Anak Kambing Lahir Bermata Satu, Ini Penjelasan Dokter Hewan
Tribunsumsel.com
Kambing yang lahir bermata satu di Tiung Buluh Desa Sukajaya, Sabutan Kecamatan Muaradua OKU Selatan, Jumat (6/9/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Kelahiran seekor anak kambing bermata satu membuat heboh warga Tiung Buluh, Sabutan Desa Suka Jaya Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, Jumat (6/9/2019).

Seekor kambing melahirkan dua anak kambing satu dalam keadaan normal dan satu lagi memiliki kelainan yakni bermata satu.

Selain itu, sepasang telinga dan mulut kambing itu terlihat menyatu serta bagian tonggos menyerupai paruh burung dan bagian badan tidak berbulu.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI ) Sumsel, Japrizal mengatakan kelainan sepert ini disebut kelainan kongenital yang terjadi di dalam kandungan yang melibatkan struktur dan fungsional dari organ mata.

Resmikan Masjid Jami Nurul Hidayah Martapura OKUT, Warga Diajak Makmurkan Masjid

Hal ini bisa terjadi karena faktor genetik karena cacat gen, faktor lingkungan karena trauma, efek obat-obatan, nutrisi.

"Dan bisa karena multifactorial yang melibatkan genetik dan lingkungan. Jadi kelainan ini bisa saja terjadi pada hewan kambing tersebut," ujarnya kepada Tribunsumsel.com, Jumat (6/9/2019) saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan untuk mengetahui sebab itu memanglah sulit namun beberapa penyeban terjadi kelainan itulah yang mempengaruhinya.

"Jadi kita tidak bisa memastikan faktor penyebab pastinya, bisa saja induk normal akan tetapi gen yang membentuk anaknya ada cacat sehingga anak bisa cacat," tuturnya.

Kronologi Penemuan 3 Bocah Tewas Tenggelam di Banyuasin, Keluarga Histeris Lihat Sandal Korban

Kata dia, kasus seperti ini jarang terjadi. Namun terkait kelainan kongenital ini bisa juga cacatnya seperti tidak ada lubang anus, kaki kecil, atau kaki bengkok dan lain sebagainya.

"Kemungkinan untuk hidup Insya Allah bisa, yang penting otak, saluran nafas dan saluran makannya yang dibagian kepalanya normal," tegas dia.

Halaman
123
Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved