Resmikan Masjid Jami' Nurul Hidayah Martapura OKUT, Warga Diajak Makmurkan Masjid

Peresmian masjid Jami' Nurul Hidayah yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan dari Gubernur Rp 50 juta

Resmikan Masjid Jami' Nurul Hidayah Martapura OKUT,  Warga Diajak Makmurkan Masjid
humas pemprov sumsel
Peresmian masjid Jami' Nurul Hidayah yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan. 

 
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dan rombongan berkesempatan melaksanakan sholat jumat berjemaah Masjid Jami' Nurul Hidayah Desa Pemetung Basuki Kecamatan Buay Pemuka Peliung Kabupaten OKU Timur, Jumat (6/9/2019).

Masih di desa Pemetung Basuki gubernur berkenan, meninjau bangunan asrama putri Ponpes Al Ikhlas dan peletakan batu pertama pembangunan asrama putra dan aula ponpes Al-Ikhlas.

Gubernur didampingi Bupati OKU Timur, HM Kholid Mawardi dan Pengasuh Ponpes Al-Iklas desa Pemetung Basuki KH Romlan Bisri selanjutnya menghadiri pengajian Triwulan Muslimat NU dan sekaligus meresmikan masjid Jami' Nurul Hidayah yang digelar di halaman masjid Jami' Nurul Hidayah.

Peresmian masjid Jami' Nurul Hidayah yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan dari Gubernur untuk masjid Jami' Nurul Hidayah sebesar Rp 50 Juta.

Dalam sambutannya, H. Herman Deru menegaskan, saat dirinya masih menjabat Bupati OKU Timur beberapa waktu lalu. Dan kini sebagai Gubernur Sumsel tetap akan melarang dalam membangun masjid meminta dana di jalanan. Mengingat banyak dampak yang akan timbul dari kegiatan meminta sumbangan di jalanan diantaranya kecelakaan, jalan rusak dan banyak fitnah bagi petugas yang memungut.

"Masjid terbaru dan terbesar di OKU Timur saat ini Masjid Jami' Nurul Hidayah, kedepan bagaimana kita memuliakan dengan meramaikannya dengan mengerjakan sholat berjemaah. Lebih baik untuk jaga dan bersih-bersih masjid kita mengupah. Karena ada di tempat lain masjidnya dikunci dengan alasan untuk keamanan. Masjid jangan dikucilah," harap Gubernur.

Herman Deru di kesempatan ini mengingatkan warga OKU Timur untuk berhati-hati dengan informasi yang didapat terutama melalui media sosial. Karena dampak yang timbul sangat kompleks jika tidak disikapi dengan bijak.

"Saya sebagai Gubernur, sebagai pribadi dan sebagai Ketua ISNU, mengucapkan terimakasih pada seluruh Ponpes yang telah mendidik anak kita agar lebih kritis dalam menyikapi kemajuan teknogi. Dengan tetap mengedepakan ilmu agama," imbuhnya.

Terkait dengan kondisi jalan provinsi di OKU Timur Herman Deru menegaskan, dirinya terus bertekad akan merampungkan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi agar lalulintas ekonomi warga dapat berjalan dengan lancar.

"Jika ada kekurangan nanti akan kita terus lakukan penanganan. Demikian juga dengan Kabupaten/kota di Sumsel akan kita lakukan perbaikan jalannya dengan target Tahun 2020 seluruhnya rampung," tandasya sembari tetap berharap agar warga OKU Timur mendoakan dirinya agar tetap sehat dan istiqomah dalam menjalankan amanah.

Sebelumnya, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dalam sambutannya menyebutkan kemiskinan di OKU Timur dari 11 persen kini tinggal 9 persen.

Dilain pihak Drs. Irhamni selaku pengurus Jami Nurul Hidayah desa Pemetung Basuki dalam laporannya menyebutkan, awalnya masjid ini dibangun dengan swadaya menelan dana Rp 5,5 milyar dengan modal awal Rp. 0,5 milyar.

"Kami selalu ingat pesan pak Deru, Masyarakat Pemetung Basuki kompak membantu perampungan pembangunan masjid ini. Sebagai ungkapan rasa bangga kita. Kita minta pak Gubernur yang meresmikan masjid dengan ukuran bangunan 30x23 meter persegi ini," lapornya. (Adv)

Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved